11.04.06

Mengapa India Lebih Maju dari Indonesia ?

Kategori Pengembangan Diri - Oleh admin

Beberapa hari libur kemarin saya gunakan untuk terus membaca buku The World is Flat. Dalam buku itu berkali-kali disebutkan bagaimana India begitu piawai mengambil kesempatan dalam globalisasi 3.0. Banyak perusahaan multinasional mempercayakan sebagian pekerjaannya (istilahnya outsourcing) kepada India, karena biaya tenaga kerja India jauh lebih murah daripada tenaga kerja Barat dengan kemampuan yang baik. Malahan banyak orang Amerika sendiri kuatir pekerjaan mereka akan diambil alih oleh orang India !

Pikiran saya jadi terusik dengan pertanyaan, mengapa India bisa maju seperti itu ? Kalau yang maju ini negara Barat seperti Inggris atau Jerman tentu saya tidak penasaran. Tapi ini India, negara yang keadaannya kira-kira sama dengan Indonesia (atau bahkan mungkin lebih parah). Mengapa yang maju dalam globalisasi 3.0 justru India dan bukannya Indonesia ? Jujur saja, Indonesia malah sama sekali tidak masuk hitungan dalam buku The World is Flat !

Berikut ini dua alasan yang mungkin:

  1. Orang India memiliki etos kerja dan belajar yang tinggi, dan
  2. Orang India memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik.

Untuk alasan kedua memang wajar India lebih unggul dari Indonesia. India dulunya adalah jajahan Inggris sehingga bahasa Inggris banyak digunakan (seperti juga di Singapura atau Malaysia). Namun untuk alasan pertama … mengapa kelihatannya etos kerja orang India memang lebih tinggi daripada orang Indonesia ? Keinginan untuk memiliki tingkat kehidupan yang lebih baik menjadi salah satu pendorong untuk orang India, tapi bukankah di Indonesia pun seharusnya demikian ?

Saya mengharapkan pendapat dari rekan-rekan untuk menjawab semua pertanyaan ini. Oya, dan tambah satu pertanyaan lagi: kira-kira apa yang perlu kita lakukan agar tidak (terlalu) ketinggalan dari India ?

1 Komentar »

  1. Jonathan Haryanto said,

    September 15, 2008 at 1:12 pm

    India patut kita jadikan contoh, tentunya selain China yang sudah sering dibicarakan. Namun tentu saja keadaan di India tak semuanya indah. Dari 1,3 miliar penduduk, yang punya daya beli hanya sekitar 300 juta jiwa, selebihnya masih hidup di bawah norma yang standar. Permasalahan yang sangat mendasar di India adalah pemenuhan basic needs. Mati kelaparan, persentase buta huruf yang sangat tinggi, sering terjadinya perlakuan diskriminatif terhadap golongan kasta rendah, korupsi, konflik masyarakat, sistem birokrasi yang berbelit, serta sistem infrastuktur yang sangat tidak memadai. Itulah warisan penggunaan model ekonomi yang biasa disebut sebagai Model Nehru, yang ingin meniru sistem Uni Soviet di bawah Joseph Stalin, serta dikombinasikan dengan semangat swadesi prakarsa Mahatma Gandhi.

Tulis Komentar