12.09.06

Tips Membaca Cepat (1)

Kategori Tips Produktivitas - Oleh admin

Salah satu perbedaan yang menyolok antara kuliah di sini dengan di Indonesia adalah jumlah bacaannya. Di sini bacaannya banyak sekali ! Dan bacaan ini harus dibaca sebelum kuliah. Sekedar gambaran, bacaannya biasa berupa paper yang panjangnya belasan sampai dua puluhan halaman dan untuk setiap kuliah bisa 2-3 paper seperti itu. Akhirnya untuk membaca saja butuh waktu berjam-jam.

Karena tekanan yang seperti ini saya jadi lebih tertantang untuk mengembangkan teknik membaca cepat. Untuk sekarang ini saya sedang belajar membaca cepat dengan dua hal saja, yaitu:

  1. Menghilangkan subvokalisasi
    Subvokalisasi ini adalah suara yang biasa “ikut membaca” di dalam pikiran kita. Jadi waktu kita membaca, di dalam pikiran kita seperti ada suara yang menyuarakan bacaan itu. Ternyata ini sangat menghambat kecepatan membaca, karena otak kita sebenarnya mampu membaca dengan kecepatan yang lebih tinggi daripada suara di dalam pikiran kita itu. Karenanya salah satu teknik membaca cepat adalah dengan menghilangkan suara ini. Tidak mudah memang karena sudah jadi kebiasaan bertahun-tahun, tapi bagaimana pun kita perlu belajar melakukannya.
  2. Jangan kembali ke belakang
    Nah, ini malah lebih sulit lagi. Kalau kita sudah melewati suatu bagian bacaan maka jangan sekali-kali mengulang lagi bagian itu. Baca terus dan maju terus. Ada yang terlewat ? Jangan hiraukan, maju terus ! Ada kata-kata yang hilang ? Jangan hiraukan juga, maju terus ! Pokoknya maju terus pantang mundur ! Intinya di sini adalah kita harus membaca untuk mendapatkan ide, bukan untuk mendapatkan kata per kata (lihat juga post Ide per Menit). Kembali ke belakang akan sangat mengurangi kecepatan membaca kita sementara dengan maju terus toh idenya akan kita dapatkan.

Bersambung ke Tips Membaca Cepat (2)

4 Komentar »

  1. jojo sudirjo said,

    April 24, 2008 at 9:54 am

    artikel tentang membaca cepat sangat membantu pelajar,mahasiswa dan masyarakat yang ingin belajar membaca.dikembangkan lagi.trims.

  2. Abang said,

    May 29, 2008 at 10:45 am

    “Subvokalisasi” bagian ini memungkinan memfilter tahap “pemahaman membaca”
    Walaupun otak kita sebenarnya mampu membaca dengan kecepatan yang lebih tinggi daripada suara di dalam pikiran kita, tapi sebagian kita belum seluruhnya mampu mengolah cepat “bacaan”.

  3. M Shodiq Mustika said,

    February 3, 2009 at 6:38 am

    terima kasih yah.
    ini sangat membantu saya.

  4. Alif said,

    April 23, 2010 at 9:52 pm

    btul2… dengan maju trus..caari ide… baru ntar di perjalanan ad yg g ngerti, ngintip ke belakang lg.
    trims. sangat membantu.

Tulis Komentar