20.11.06

Belajar MBA dengan Personal MBA

Kategori Pengembangan Diri - Oleh admin

Dari hasil berkelana di dunia web beberapa waktu lalu, saya menemukan sebuah situs menarik: The Personal MBA. Situs ini dibuat berdasarkan pemikiran bahwa daripada mengikuti program MBA sungguhan, kita bisa mendapatkan pengetahuan serupa dengan membaca sekitar 40 buku plus pengalaman.

Lho, mengapa tidak mengikuti program MBA sungguhan saja ? Karena:

  1. Mahal
    Biaya kuliah untuk MBA di Indonesia mencapai puluhan juta rupiah, dan di luar negeri ratusan juta rupiah (atau bahkan lebih). Kalau ditambah dengan gaji yang hilang karena harus meninggalkan pekerjaan, nilai uang yang dikorbankan bisa naik berkali-kali lipat. Sekedar hitung-hitungan, biaya untuk program MBA di Amerika bisa di atas USD 100.000. Sedangkan biaya untuk membeli 40 buku, kalau diasumsikan harga satu buku USD 50, hanyalah USD 2000 ! Jauh di bawahnya bukan ? Itu sudah hitungan harga buku paling mahal, sebagian besar buku harganya di bawah USD 50, belum lagi kalau meminjam atau membajak :).
  2. Waktu untuk karir terbuang
    Selain uang, waktu yang mestinya bisa difokuskan untuk mengembangkan karir juga bisa hilang karena mengikuti program MBA. Akibatnya bisa jadi karir kita akan terhambat.

Ya, tentu juga ada keuntungan-keuntungan dari program MBA sungguhan yang tidak bisa tergantikan. Yang terpenting di antaranya mungkin koneksi. Tapi mengingat perbedaan harga yang sangat jauh di atas, cara belajar mandiri ini tetap merupakan alternatif yang menarik.

Bagi saya pribadi, cara ini bahkan sangat menarik. Mengapa ? Sebab saya adalah pecinta buku, tertarik dengan ilmu MBA, namun berpikir berkali-kali kalau harus mengikuti program MBA sungguhan (sekolah lagi ? Ck ck ck).

Nah, situs Personal MBA ini berisi daftar buku yang perlu kita baca untuk belajar MBA secara mandiri. Tidak usah kuatir akan kekurangan bacaan: di dalamnya terdapat 42 buku ! Hmm, tepatnya sih 41 buku dan 1 majalah. Bidangnya bermacam-macam, mulai dari manajemen waktu pribadi, pemasaran, akuntasi, ekonomi, inovasi, dan sebagainya.

Gawatnya, setelah saya lihat, dari 41 buku itu ternyata saya hanya pernah membaca dua di antaranya (Getting Things Done dan The 7 Habits of Highly Effective People). Wah, berarti skor saya cuma 2 nih. Bagaimana dengan rekan-rekan ? Mungkin ada yang skornya lebih baik ?

Tulis Komentar