Omong-omong soal produktivitas, belum lama ini saya menjumpai metode manajemen waktu yang masih baru bagi saya yaitu Getting Things Done (GTD). Sebenarnya saya sudah mendengar tentang GTD beberapa waktu yang lalu, namun waktu itu saya kurang tertarik. Saya pikir, “Ah, paling-paling ini hanya sebuah metode manajemen waktu biasa. Hanya satu di antara sekian banyak metode.”
Tapi belakangan, ketertarikan saya terhadap GTD meningkat pesat. Mengapa ? Sebab GTD ternyata sangat populer dan sangat banyak digunakan ! Banyak situs-situs produktivitas membahas tentang GTD, dan banyak orang menulis tentang bagaimana mengaplikasikan GTD dalam kehidupan sehari-hari. Saya sendiri sampai tercengang. Selama ini patokan saya soal manajemen waktu adalah The 7 Habits of Highly Effective People. Tapi situs-situs produktivitas yang saya baca malah sama sekali tidak menyinggung The 7 Habits. Sebaliknya, bisa dibilang hampir semuanya membahas GTD. Wah … wah … rupanya saya sudah ketinggalan jaman !
GTD sebenarnya bersumber dari buku karya David Allen yang berjudul Getting Things Done: The Art of Stress-Free Productivity. Isi buku ini adalah tentang bagaimana memanajemen waktu kita agar bisa mencapai produktivitas yang maksimum. Produktivitas maksimum ? Ya, tepat seperti tema situs ini ! Inilah yang membuat saya makin tertarik untuk mempelajari GTD. Memang, sekarang saya belum begitu tahu tentang GTD. Tapi bisa dipastikan, GTD sekarang punya prioritas tinggi dalam daftar belajar saya !