Di dalam buku The World is Flat dikatakan bahwa satu hal yang sangat penting dalam Globalisasi 3.0 adalah imajinasi. Mengapa begitu ? Sebab perkembangan teknologi yang sangat cepat membuat segala sesuatu dengan segera menjadi komoditas. Di buku itu misalnya, diceritakan tentang sebuah perusahaan seni yang mengalami kesulitan untuk bersaing dalam Globalisasi 3.0 ini. Dulunya mereka bisa mengandalkan keterampilan mereka untuk membuat sebuah karya yang dijual dengan harga layak kepada pelanggan. Namun sekarang, tuntutan pelanggan semakin besar. Mengapa ? Sebab kemajuan teknologi membuat orang yang dulunya biasa-biasa pun sekarang tampak seperti artis profesional. Teknologi membantu mereka untuk membuat karya yang dulunya hanya bisa dibuat oleh orang dengan ketrampilan khusus. Bahkan perusahaan itu mengeluh bahwa mereka harus berhadapan dengan individu-individu yang berani mengerjakan hal yang sama dengan harga jauh lebih murah !
Hal serupa terjadi juga di tempat-tempat lain. Makin banyak pekerjaan yang sekarang bisa digantikan dengan komputer. Software keuangan seperti Intuit Quicken atau Microsoft Money misalnya, dapat membuat setiap orang menjadi konsultan keuangan mereka sendiri.
Dalam keadaan seperti itu, yang menjadi kunci keunggulan adalah sesuatu yang tidak akan pernah bisa dijadikan komoditas, dan hal itu adalah imajinasi. Imajinasi inilah kunci keunggulan yang tidak akan pernah bisa digantikan oleh teknologi. Dengan imajinasi kita bisa mengolah berbagai ramuan yang ada untuk menciptakan rasa baru yang unik dan tidak ada di tempat lain. Kita bisa membuat inovasi dan kreasi baru yang membuat diri kita berbeda dengan orang lain.
Contoh yang sangat baik adalah Apple. Perusahaan ini benar-benar mengembangkan budaya kreatif yang memicu imajinasi. Dari kekuatan imajinasi inilah Apple membuat terobosan demi terobosan yang membuat perusahaan mereka lain dari yang lain. Seperti ditulis di post Apple – Kekuatan Imajinasi, berdirinya Apple dimulai dengan imajinasi sekelompok anak muda untuk membuat komputer pribadi yang dapat terjangkau oleh semua orang. Imajinasi merekalah yang membuat kumpulan anak muda ini dapat melampaui perusahaan-perusahaan komputer besar yang sudah mapan pada waktu itu. Saat ini pun, produk-produk populer Apple seperti iPod dan iTunes lahir dari imajinasi yang menembus batas-batas. Seperti yang ditulis dalam post Perusahaan Paling Inovatif 2006, Apple menggabungkan tidak kurang dari tujuh jenis inovasi untuk mensukseskan iPod dan iTunes !
Berarti kalau mau disimpulkan, satu hal yang sangat penting untuk sukses dalam globalisasi 3.0 ini adalah mengembangkan imajinasi.