Seperti yang saya janjikan, saya akan menjelaskan mengapa blog ini saya pindahkan dari Blogger ke WordPress. Akan saya ceritakan pengalaman saya mengembangkan blog di Blogger dan alasan mengapa akhirnya saya memutuskan untuk pindah ke WordPress.
Well, pada post Blog – 5W1H bagian How telah dijelaskan bahwa Blogger adalah penyedia blog yang sangat mudah digunakan. Cukup dengan tiga langkah kita bisa memiliki blog baru yang sudah fungsional. Fasilitas yang disediakan pun terbilang cukup lengkap. Begitu banyak hal berkaitan dengan blog yang bisa kita lakukan di Blogger, seperti misalnya pengarsipan, penambahan member, dan lain sebagainya. Kalau tidak ada pun, banyak pihak ketiga yang menyediakan fasilitas tambahan, seperti misalnya HaloScan dan ShoutMix. Dengan semuanya itu, tidak heran kalau Blogger menjadi penyedia blog yang paling populer di Internet.

Saya pun menjadi salah satu pengguna setia Blogger. Blog pertama saya (blog ini), saya buat di Blogger pada September 2004 dan terus saya kembangkan dengan Blogger sampai bulan Juni 2005. Banyak waktu yang saya gunakan untuk mengembangkan layout dan menambahkan fasilitas pihak ketiga. Cita-cita saya memang blog ini menjadi sebuah blog yang profesional.
Namun demikian, lama kelamaan mulai terasa keterbatasan dari Blogger. Yang paling penting dan menentukan adalah masalah kategori. Blogger tidak menyediakan fasilitas kategori, yang berarti bahwa saya tidak bisa mengatur dan mengelompokkan post-post saya dalam bentuk kategori (pihak ketiga tidak bisa membantu dalam hal ini). Terpaksalah masalah ini saya akali dengan membuat kategori secara manual, di mana saya harus mengedit setiap post satu per satu.
Nah, suatu saat saya berpikir, bagaimana kalau lain kali saya ingin mengganti nama kategori atau membuat kategori baru ? Wah, wah, saya harus mengedit lagi setiap post satu per satu ! Untuk situasi sekarang dengan puluhan post saja sudah sangat merepotkan, apalagi kalau di masa depan blog ini sudah berkembang dan memiliki ratusan post ! Tidak bisa saya bayangkan bagaimana repotnya. Dengan pertimbangan ini, selagi jumlah post-nya masih relatif sedikit, saya putuskan untuk mencari alternatif lain.
Bersambung ke Mengapa Pindah ke WordPress ? (2)