Sejarah ? Apa hubungannya dengan gaya hidup digital dan produktivitas maksimum ? Mungkin begitu Anda bertanya dalam hati. Saya sendiri pun pernah bertanya seperti itu. Pandangan saya baru berubah ketika beberapa waktu yang lalu membaca sebuah email di milis Telematika yang ditulis oleh pak Moko.
Di situ disampaikan bahwa masalah-masalah yang dialami oleh bangsa Indonesia ini sebenarnya disebabkan oleh cultural isolation atau isolasi budaya. Apa maksudnya ? Yaitu bahwa kita tidak pernah belajar dari sejarah sehingga terus mengulangi kesalahan-kesalahan yang sebenarnya sudah pernah diperbuat oleh orang lain. There is nothing new under the sun, tidak ada yang baru di bawah matahari. Karena itu masalah-masalah yang kita hadapi sekarang ini sebenarnya sudah pernah dihadapi oleh orang lain (meskipun mungkin dalam bentuk yang berbeda). Kalau saja kita belajar dari sejarah, kita tidak perlu mengulangi kesalahan-kesalahan yang pernah mereka perbuat.
Ada satu buku yang sangat direkomendasikan, yaitu Guns, Germs and Steel : The Fate of Human Societies karya Jared Diamond. Buku ini pernah memenangkan hadiah Pulitzer dan kabarnya merupakan satu-satunya buku yang pernah diberikan kata-kata pujian secara tertulis oleh Bill Gates.
Dalam buku tersebut dijawab satu pertanyaan besar: Mengapa di dunia ini ada masyarakat-masyarakat yang begitu maju dan di sisi lain ada pula yang begitu terbelakang ? Faktor-faktor apa yang menyebabkan perbedaan tersebut ? Buku ini berusaha menjawab pertanyaan tersebut secara tuntas sampai ke akarnya.
Banyak pelajaran yang bisa diambil dari buku ini, termasuk dalam hal gaya hidup digital dan produktivitas maksimum. Bill Gates sendiri dalam kata-kata pujiannya menuliskan “…Because it brilliantly describes how chance advantages can lead to early success in a highly competitive environment, it also offers useful lessons for the business world and for people interested in why technologies succeed.â€