Bersambung dari P dan KP (1)
Ilustrasi yang jelas untuk keadaan ini adalah pisau. Saat pisau sedang dipakai untuk memotong, itu adalah P. Sedangkan saat pisau sedang diasah, itu adalah KP. Mengapa pisau perlu diasah ? Agar pisau itu tetap tajam sehingga dapat terus memotong dengan efektif. Apa yang terjadi kalau pisau itu hanya dipakai untuk memotong namun tidak pernah diasah ? Lambat laun pisau itu akan tumpul sehingga produktivitasnya menurun. Kalau dulu dalam satu menit bisa membuat 50 potongan misalnya, sekarang dalam satu menit hanya bisa membuat 25 potongan. Kalau tetap tidak diasah, jumlah potongan yang bisa dibuat akan terus mengecil !
Memang kalau dilihat sepintas mengasah itu sepertinya membuang-buang waktu. Setelah memotong beberapa saat, kita harus berhenti dan mengasah pisau. Bandingkan dengan orang lain yang dapat terus memotong tanpa perlu berhenti mengasah pisau. Dalam jangka pendek mereka tentu akan menghasilkan lebih banyak potongan. Namun bagaimana dalam jangka panjang ? Orang yang mengasah pisau tentu akan menghasilkan jauh lebih banyak potongan !
Prinsip ini penting sekali dalam kehidupan kita. Jangan sampai kita terlalu sibuk bekerja (P) sehingga lupa mengasah diri (KP). Dalam profesi saya sebagai dosen misalnya, kalau saya hanya berusaha mengajar banyak kelas demi memperoleh imbalan yang besar, maka lambat laun saya akan menjadi tumpul. Saya harus punya waktu luang yang cukup untuk membaca dan belajar agar bisa terus tajam. Orang yang tajam pasti akan bisa masuk ke tingkatan-tingkatan yang baru sementara orang yang tumpul hanya akan berputar di situ-situ saja. Hal ini berlaku juga untuk semua profesi lainnya.
So, kalau Anda ingin tajam, jangan hanya memotong, asahlah diri Anda !