Akhirnya selesai juga membaca Getting Things Done, buku pertama dalam daftar bacaan saya. Seperti yang saya tulis dalam post Daftar Bacaan, saya penasaran membaca buku ini setelah melihat betapa populernya konsep Getting Things Done (GTD) di Internet. Sekarang setelah selesai membaca bukunya, saya siap untuk mengimplementasikan konsep ini secara utuh.
Jangan salah, saya tidak menunggu sampai selesai membaca buku GTD baru mulai menerapkannya. Sekedar informasi, saya sudah belajar menerapkan GTD selama sekitar dua bulan ! Mungkin karena sangat ingin belajar meningkatkan produktivitas, saya sudah mencoba menerapkan GTD sedini mungkin. Sambil membaca bukunya, saya langsung belajar menerapkan pengetahuan yang saya peroleh. Dengan bertambahnya pengetahuan baru, saya terus menyesuaikan penerapan yang saya lakukan. Dan jujur saja, dalam dua bulan ini saya sudah merasakan banyak manfaat dari GTD. Pikiran saya lebih jernih dan produktivitas saya meningkat !
Sekarang setelah menangkap konsep GTD secara utuh, ada dua tantangan yang saya hadapi. Tantangan pertama adalah berusaha menanamkan kebiasaan GTD dalam diri saya. Tantangan ini tentu saja tidak mudah, karena yang namanya kebiasaan memang tidak bisa ditanamkan begitu saja. Perlu ada tekad dan disiplin. Sedangkan tantangan keduanya adalah berusaha mencari cara implementasi GTD yang paling optimal. Ini karena dalam buku GTD sendiri cara implementasinya tidak dibatasi. Kita bisa memilih sendiri teknologi apa yang hendak kita gunakan. Dan inilah tantangannya, yaitu menemukan teknologi yang paling tepat ! Sampai saat ini saya belajar mengimplementasikan GTD dengan dua program, yaitu Microsoft Outlook dan Microsoft OneNote (cerita detailnya akan saya ceritakan lain kali).
Oya, Anda mungkin bertanya-tanya, seperti apa sih GTD itu ? Untuk menjawab pertanyaan ini, rencananya saya akan menulis satu seri post yang menjelaskan konsep GTD. Tunggu saja.