Pada post Kemampuan Menulis, saya telah mengemukakan betapa pentingnya kemampuan menulis itu. Nah, beberapa waktu yang lalu saya berpikir, apa sih sebenarnya yang membuat suatu tulisan itu menarik ? Apa sih sebenarnya yang membuat pembaca begitu betah membaca suatu tulisan ? (Oh ya, konteks saya di sini adalah tulisan nonfiksi, bukan fiksi)
Tentu ada banyak faktor yang membuat suatu tulisan menarik. Namun tiba-tiba saya menyadari, ada satu hal yang selalu muncul di berbagai tulisan menarik yang saya baca. Bagi saya, ternyata hal itulah yang telah membuat saya begitu betah membaca suatu tulisan. Apakah itu ? Yaitu gaya bahasa si penulis yang terbuka tentang dirinya sendiri ! Si penulis menceritakan apa adanya tentang pandangannya, pengalamannya, dan perasaannya. Ia membuka dirinya kepada para pembaca. Apa akibatnya ? Pembaca jadi merasa mengenal sang penulis ! Inilah kata kuncinya. Pembaca merasa mengenal sang penulis, dan dari situlah muncul suatu hubungan emosional.
Kalau dipikir-pikir, saya memang merasa mengenal Joel Spolsky dan Thomas Friedman, misalnya. Saya memang tidak pernah mengenal mereka secara pribadi, namun saya merasa mengenal mereka melalui tulisan-tulisan mereka. Inilah yang membangun suatu hubungan emosional. Akibatnya, membaca tulisan mereka tidak lagi hanya melibatkan pikiran, melainkan juga perasaan. Dan inilah yang membuat tulisan mereka menjadi hidup, menarik, dan berkesan.
Terus terang, saya belum terbiasa menulis dengan gaya seperti itu. Masih belajar … Tapi, bukankah perjalanan seribu mil dimulai dengan langkah pertama ?