Proyek OpenCD

Melengkapi post Daftar Program Gratis Terbaik, tahukah Anda bahwa ada proyek yang menggabungkan program-program gratis terbaik untuk Windows dalam 1 CD ? Proyek itu adalah proyek OpenCD.

Proyek ini mengambil ide dari distro Linux. Dalam sebuah distro Linux (misalnya Mandriva, Fedora, atau Ubuntu) ada satu atau beberapa CD yang berisi sistem operasi Linux beserta berbagai program siap pakai. Semua ini gratis karena program-program di Linux umumnya bersifat open source. Dengan begitu, sekali kita menginstall sebuah distro Linux kita akan memiliki sebuah komputer lengkap dengan berbagai program yang kita butuhkan.

Tidak begitu halnya dengan Windows. Kalau kita menginstall Windows paling-paling hanya ada program dasar seperti Calculator, Paint atau WordPad. Kalau ingin menambah program lain kita harus menginstall secara terpisah, misalnya Microsoft Office atau Adobe Photoshop. Dan perlu diingat, program-program ini biasanya tidak gratis ! (Ya, saya tahu memang banyak bajakan, tapi di sini kita bicara yang seharusnya saja. Artinya, seharusnya kan tidak gratis :) )

Karena itu muncullah ide proyek OpenCD, di mana kita bisa mempunyai sebuah CD program-program Windows yang gratis dan siap pakai. Karena hanya berupa satu CD tentu saja program-program yang dimasukkan juga tidak terlalu banyak. Tim OpenCD memilih hanya program-program terbaik yang sudah tahan uji. Berikut ini daftar program-program yang dimasukkan dalam OpenCD:

  • AbiWord: program pengolah kata ringan yang kompatibel dengan Microsoft Word.
  • OpenOffice.org: program alternatif Microsoft Office yang menyediakan aplikasi pengolah kata, spreadsheet, presentasi, dan database.
  • PDFCreator: program pembuat file PDF (membuat file PDF, bukan sekedar membaca !)
  • Blender: program pemodelan dan animasi 3D (semacam 3ds Max).
  • GIMP: program pengolah citra (semacam Adobe Photoshop).
  • Nvu: program editor halaman web (semacam Macromedia Dreamweaver).
  • Firefox: browser ringan yang bisa dipasangi bermacam-macam extension (sudah dibahas sampai bosan di blog ini ! ).
  • Thunderbird: program pembaca email (semacam Microsoft Outlook).
  • Gaim: program instant messaging yang kompatibel dengan MSN, Yahoo, dan lain-lain.
  • Audacity: program pengolah suara.
  • Celestia: program simulasi luar angkasa yang bisa dipakai untuk belajar astronomi.
  • Really Slick Screensavers: kumpulan screen saver dengan animasi menarik.
  • 7-zip: program kompresi yang kompatibel dengan bermacam-macam format kompresi.
  • Notepad2: program editor teks ringan semacam Notepad, namun memiliki kelebihan-kelebihan seperti pewarnaan teks otomatis (syntax highlighting).
  • Sokoban: game Sokoban (tidak perlu dijelaskan detail, sudah banyak yang tahu).
  • Battle for Wesnoth: game strategi bertema fantasi.

Beberapa program di OpenCD (yaitu OpenOffice.org, Firefox, Audacity dan 7-zip) juga tercantum di Lifehacker Pack (lihat post Daftar Program Gratis Terbaik), namun banyak program lainnya yang tidak tercantum. Agaknya pilihan program di OpenCD lebih “bercita rasa seni” daripada di Lifehacker Pack karena memasukkan program-program seperti Celestia, Really Slick Screensavers dan dua buah game !

Dan … satu lagi hal yang penting. Kalau Anda baca di situsnya, tujuan proyek OpenCD adalah untuk membuka mata para pengguna Windows bahwa ternyata ada banyak program gratis yang berkualitas di Windows. Ini artinya, jangan sampai kita mudah terbuai dengan program-program komersial yang mahal (khususnya di negara yang pembajakannya marak seperti di Indonesia) ! Sedapat mungkin, gunakanlah program gratis yang berkualitas.

Daftar Program Gratis Terbaik

Saya selalu senang dengan program-program gratis. Sedapat mungkin, saya akan menggunakan program-program gratis (entah freeware atau open source) untuk berbagai keperluan. Karena itu saya senang sekali ketika beberapa waktu yang lalu Lifehacker mengeluarkan daftar program-program gratis terbaik yang mereka sebut dengan istilah Lifehacker Pack (plesetan dari produk Google yang bernama Google Pack). Dari daftar itu saya menemukan banyak program gratis yang belum pernah saya ketahui sebelumnya.

Berikut ini daftar program dalam Lifehacker Pack:

  • OpenOffice: program alternatif Microsoft Office yang menyediakan aplikasi pengolah kata, spreadsheet, presentasi, dan database dalam satu paket.
  • Google Desktop Search: program untuk melakukan pencarian secara cepat dan akurat di harddisk kita. Program ini sudah sering dibahas di blog ini (lihat post Desktop Search, Google Desktop Search versi 2 dan Cara Cepat Membuka Dokumen).
  • Google Earth: program untuk menikmati pemandangan di seluruh dunia melalui foto satelit (lihat post Google Earth).
  • Trillian: program instant messaging yang kompatibel dengan berbagai program instant messaging lain seperti MSN dan Yahoo.
  • Thunderbird: program email client untuk mendownload dan membaca email di komputer kita.
  • Skype: program untuk bercakap-cakap dengan orang lain melalui Internet.
  • Ad-Aware: program untuk membersihkan spyware di komputer kita.
  • ZoneAlarm: program firewall untuk memblok lalu lintas Internet yang berbahaya.
  • VLC: program multimedia yang bisa memainkan bermacam-macam format audio dan video.
  • iTunes: program multimedia yang bisa menangani file-file lagu dalam jumlah besar dan juga mendukung podcasting (lihat post Cara Menggunakan Podcasting).
  • Picasa: program manajemen foto untuk mengelola foto-foto digital di komputer kita (lihat post Picasa: Software Pengelola Foto Digital).
  • Audacity: program pengolah suara yang bisa memanipulasi klip-klip audio.
  • FoxIt PDF Reader: program pembaca file PDF yang lebih ringan dan cepat dari Adobe Reader.
  • 7-Zip: program kompresi yang bisa menangani bermacam-macam format kompresi (ZIP, RAR, TAR.GZ, dan lain-lain).
  • SyncBack: program untuk membackup data di komputer kita.
  • Firefox: browser ringan yang bisa dilengkapi dengan bermacam-macam extension. Program ini juga sudah sering dibahas di blog ini (lihat post Extension untuk Firefox dan Firefox – Produk Terbaik 2005).

Ternyata ada banyak program yang belum saya kenal dalam daftar tersebut. Sebut saja Trillian, VLC, Audacity, FoxIT PDF Reader, 7-Zip dan SyncBack. Dari program-program yang belum saya kenal tersebut tiga di antaranya (FoxIT PDF Reader, 7-Zip, dan SyncBack) sudah sempat saya coba saat post ini ditulis (kisah lengkapnya kemungkinan akan saya tulis di post lain). Lumayanlah, wawasan program saya jadi bertambah !

Manajemen Waktu Steve Pavlina (2)

Bersambung dari Manajemen Waktu Steve Pavlina (1)

  1. Apply the 80-20 rule
    Aturan 80-20 (dikenal juga sebagai aturan Pareto) menyatakan bahwa 20% tugas memberikan 80% nilai. Kenali 20% tugas yang memberikan hasil optimal itu dan fokuskan waktu kita di sana. Jangan membuang waktu dengan 80% tugas yang hanya memberikan 20% nilai.
  2. Guard thy time
    Kita memerlukan waktu yang khusus, tanpa interupsi, untuk bisa mengerjakan suatu tugas dengan efektif. Waktu khusus ini sangat penting. Sekali kita menemukan waktu seperti ini, jagalah dengan segala cara agar jangan sampai terganggu.
  3. Work all the time you work
    Saat kita mengerjakan suatu tugas, fokuskan diri kita hanya pada tugas itu saja. Jangan mengerjakan sesuatu yang lain, seperti bercakap-cakap, membaca email atau browsing Internet. Kerjakan tugas itu dengan konsentrasi 100%. Di pihak lain, saat kita beristirahat, beristirahatlah sepenuhnya.
  4. Multitask
    Karena perkembangan ilmu yang begitu cepat, satu-satunya cara untuk mengikutinya adalah kita juga harus menyerap ilmu baru secepat mungkin. Cara terbaik untuk melakukan ini adalah dengan multitask, yaitu melakukan beberapa hal secara bersamaan. Berbeda dengan poin 10 yang ditujukan untuk pekerjaan yang dengan intensitas tinggi (menuntut konsentrasi), poin 11 ini ditujukan untuk pekerjaan yang intensitasnya rendah. Misalnya, saat mengantri kita bisa membaca artikel, atau saat menyetir mobil kita bisa mendengar program audio yang mendidik.
  5. Experiment
    Jangan takut bereksperimen dengan berbagai ide untuk meningkatkan produktivitas. Misalnya saja, jenis musik seperti apa yang bisa mendorong produktivitas kita ? Meskipun ide itu tidak lazim, jangan takut untuk mencobanya.
  6. Cultivate your enthusiasm
    Kita memerlukan antusiasme dalam melakukan segala sesuatu. Kalau kita antusias, bekerja akan terasa seperti bermain. Namun antusiasme ini perlu dipupuk terus-menerus. Caranya, bacalah bacaan atau dengarlah program audio yang bisa membangkitkan motivasi.
  7. Eat and exercise for optimal energy
    Satu hal yang perlu dijaga dengan baik adalah tubuh fisik kita. Untuk itu kita perlu memakan makanan yang sehat dan berolahraga secara teratur.
  8. Maintain balance
    Jaga keseimbangan hidup kita. Jangan sampai kita terlalu sibuk bekerja sehingga kehidupan sosial kita terbengkalai. Semua aspek hidup kita harus dijaga tetap baik dan seimbang.

Demikianlah 15 tips manajemen waktu dari Steve Pavlina. Cukup banyak memang, tapi saya sendiri sangat merasakan manfaat dari tips-tips ini. Bagaimana dengan Anda ?

Manajemen Waktu Steve Pavlina (1)

Steve Pavlina menulis sebuah artikel tentang manajemen waktu yang sangat menarik berjudul Do It Now. Di situ Steve menceritakan teknik manajemen waktu yang ia gunakan untuk lulus kuliah S1 dalam tiga (!) semester. Wow ! Tiga semester itu tidak main-main karena biasanya orang lulus S1 dalam delapan semester ! Dan memang ia menceritakan bahwa ia bisa mengambil 35-40 SKS dalam satu semester. Ck … ck …jumlah yang luar biasa banyaknya ! Tapi yang penting, teknik manajemen waktu yang ditulisnya memang sangat bagus dan berguna. Berikut ini poin-poinnya (ada 15 poin):

  1. Clarity is key
    Langkah pertama yang penting adalah kita harus memiliki tujuan yang jelas. Tujuan yang hendak kita capai harus ditulis secara spesifik sehingga kita bisa mengetahui apakah kita sudah mencapainya atau belum. Langkah ini harus dilakukan lebih dulu sebelum langkah-langkah lainnya.
  2. Be flexible
    Tujuan kita memang harus jelas dan pasti, tapi jalan menuju ke sana tidak harus jelas dari awal. Yang sering terjadi justru jalan tersebut harus mengalami penyesuaian di sana-sini. Begitu kita mengetahui sesuatu yang baru, kita harus siap untuk mengubah rencana kita.
  3. Use single handling
    Sekali kita mengerjakan sesuatu, kerjakan semuanya sekaligus sampai tuntas 100%. Jangan dipecah-pecah. Tetap kerjakan tugas itu terus dan terus sampai benar-benar selesai. Ini memungkinkan kita untuk berkonsentrasi penuh pada tugas tersebut tanpa tercampur dengan hal-hal lain.
  4. Failure is your friend
    Jangan takut akan kegagalan. Orang yang banyak mengalami keberhasilan sebenarnya adalah juga orang yang banyak mengalami kegagalan. Mengapa ? Sebab mereka selalu mencoba dan mencoba. Penyesalan yang sesungguhnya adalah kalau kita tidak berani mencoba. Kita akan jauh lebih banyak belajar melalui berbuat daripada melalui berpikir.
  5. Do it now !
    Begitu kita mulai merasa malas melakukan sesuatu, katakan pada diri kita sendiri, “Lakukan sekarang ! Lakukan sekarang !” Segera bertindak jauh lebih penting daripada terlalu lama berpikir. Lakukan saja seolah-olah kita tidak mungkin gagal.
  6. Triage ruthlessly
    Singkirkan dengan tegas segala sesuatu yang menyita waktu kita. Misalnya saja, batalkan langganan majalah yang tidak berguna. Bahkan meskipun majalah itu gratis, namun kalau menyita waktu kita sebenarnya majalah itu mahal harganya. Begitu pula halnya dengan berbagai aktivitas yang tidak berguna.
  7. Identify and recover wasted time
    Cari kebiasaan-kebiasaan yang membuang waktu kita dan singkirkan. Misalnya, jangan menulis email selama 30 menit kalau kita bisa menyelesaikan urusan itu dengan telepon 10 menit .

Bersambung ke Manajemen Waktu Steve Pavlina (2)

Pentingnya Shortcut Keyboard

Dalam bukunya Getting Things Done, David Allen menyatakan bahwa salah satu penghambat produktivitas terbesar bagi pengguna komputer adalah kurangnya penggunaan shortcut keyboard. Berikut ini cuplikan dari halaman 133 buku tersebut:

If you’re in a large-volume e-mail environment, you’ll greatly improve your productivity by increasing your typing speed and using the shortcut keyboard commands for your operating system and your common e-mail software. Too many sophisticated professionals are seriously hamstrung because they still hunt and peck and try to use their mouse too much … I’ve found that many executives aren’t resisting technology, they’re just resisting their keyboards!

Banyak orang kurang menguasai shortcut keyboard sehingga mereka memilih menggunakan mouse untuk melakukan berbagai hal. Meskipun menggunakan mouse memang menyenangkan (tidak perlu repot-repot menghafalkan berbagai shortcut), tapi kecepatan pekerjaannya pasti kalah jauh dibandingkan orang yang menggunakan shortcut keyboard (orang yang suka main game multiplayer pasti sangat sadar akan hal ini :) ).Sebagai contoh, kalau Anda ingin membuka Visual Basic Editor di Microsoft Word 2003, maka dengan mouse Anda harus membuka menu Tools, kemudian submenu Macro, dan kemudian baru mengklik Visual Basic Editor. Dengan keyboard, Anda bisa membuka Visual Basic Editor dalam sekejap dengan shortcut Alt-F11 !

Oleh karena itu ada baiknya kita mempelajari shortcut dari program-program yang sering kita gunakan. Kita bisa mulai dengan mendaftar program-program apa saja yang sering kita gunakan, kemudian mencari daftar shortcut untuk program-program tersebut (biasanya dapat dilihat di menu Help). Selanjutnya kita tinggal mempelajari dan menggunakan shortcut-shortcut tersebut.

Untuk mempelajari shortcut memang membutuhkan waktu, tapi ini adalah investasi waktu yang berguna. Dengan sedikit menginvestasikan waktu sekarang, kita akan sangat banyak menghemat waktu di kemudian hari !

Microsoft OneNote

Saat ini ada program baru yang menjadi favorit saya: Microsoft OneNote. Inilah program yang khusus untuk keperluan pencatatan (note taking), berbeda dengan Microsoft Word yang merupakan program pengolah kata (word processing).

Banyak manfaat yang saya rasakan selama memakai OneNote satu bulan ini. Dengan OneNote saya bisa dengan mudah mencatat apa saja yang terlintas di pikiran dan mengelompokkannya secara teratur. Akibatnya produktivitas saya meningkat karena bisa mengorganisasi ide dan pemikiran dengan baik.

Berikut ini beberapa fitur yang saya sukai dari OneNote:

  • Tidak perlu save
    Secara otomatis OneNote akan menyimpan apa saja yang kita tulis tanpa perlu memakai perintah save seperti biasanya. Di OneNote bahkan tidak ada perintah save ! Ini sangat memudahkan untuk menulis catatan secara cepat.
  • Dikelompokkan dalam tab dan halaman
    Semua catatan dikelompokkan dalam beberapa tab (disebut section), dan setiap tab dibagi lagi menjadi beberapa halaman. Ini memudahkan pengorganisasian semua catatan sehingga kita bisa dengan mudah menemukan catatan yang kita cari.
  • Setiap halaman bisa berisi banyak catatan
    Untuk setiap halaman, kita bisa membuat banyak catatan sekaligus. Cukup klik di mana saja di halaman itu dan kita bisa mulai menulis. Setiap catatan bisa digeser ke mana saja kita mau sehingga posisi catatan menjadi sangat fleksibel, tidak kaku seperti di Microsoft Word.
  • Bisa membuat outline
    Kita bisa membuat outline dalam setiap catatan. Ini berarti untuk setiap baris item, kita bisa membuat catatan detailnya yang dapat ditampilkan atau disembunyikan. Ini memudahkan dalam mencatat dan mengembangkan ide, sebab kita bisa melihat gambaran besar maupun detail dengan mudah. Sifat ini mirip seperti yang terdapat di peta pikiran.
  • Semua catatan ada di satu tempat
    Kalau kita menulis catatan kita di file teks atau Microsoft Word, biasanya ada banyak file untuk semua catatan kita, satu file untuk setiap jenis catatan. Ini menyulitkan kita saat hendak menuliskan catatan, karena kita harus mencari dulu file yang sesuai dan membukanya. Begitu pula saat kita hendak melihat catatan yang sudah ditulis, kita harus menemukan dulu file yang dimaksud. Bisa jadi ada file yang tercecer karena banyaknya. Dengan OneNote, semua catatan kita ada di satu tempat. Mudah ditemukan, lengkap dan tidak akan ada yang hilang atau tercecer.

Sebenarnya masih banyak lagi fitur OneNote lainnya, seperti menyimpan catatan dalam bentuk suara, gambar, maupun tulisan tangan, tapi saya sendiri masih belum menggunakannya. Yang pasti, sekarang OneNote telah menjadi salah satu program yang paling sering saya gunakan !

Personal Knowledge Management

Ternyata ada satu istilah yang menggambarkan berbagai hal yang sering saya tulis di blog ini. Istilah itu adalah Personal Knowledge Management (PKM). Saya sendiri baru menyadarinya saat membaca artikel tentang PKM di Wikipedia.Rupanya hal-hal seperti blogging, desktop search, peta pikiran dan RSS adalah bagian dari PKM ! Wow !

Lalu apa itu PKM ?

Sesuai namanya, PKM adalah konsep manajemen pengetahuan untuk satu orang / individu. Jadi berbeda dengan konsep knowledge management biasa yang berkaitan dengan satu organisasi atau perusahaan. Di dalam PKM yang dibahas adalah bagaimana seseorang bisa mengelola, mengembangkan dan mengoptimalkan aset pengetahuan yang dimilikinya. Sangat cocok dengan konsep knowledge worker (pekerja berpengetahuan) ! Soal pentingnya knowledge worker sendiri, bisa Anda baca di post Perburuan Talenta.

Seperti yang ditulis di Wikipedia, ada beberapa skill yang berkaitan dengan PKM, yaitu:

  • Refleksi (reflection): yaitu bagaimana kita terus-menerus meningkatkan cara kita melakukan segala sesuatu.
  • Manajemen pembelajaran (manage learning): yaitu bagaimana kita mengatur cara kita belajar.
  • Melek informasi (information literacy): yaitu bagaimana kita memahami informasi apa yang penting dan mencari informasi yang tidak diketahui.
  • Kemampuan mengorganisasi (organizational skills): yaitu bagaimana kita mengorganisasi pengetahuan yang kita miliki dalam berbagai kategori atau taksonomi.
  • Jejaring dengan orang lain (networking with others): yaitu bagaimana kita memperoleh pengetahuan dari orang-orang lain di dalam jejaring.

Berkaitan dengan itu ada beberapa tool yang digunakan seperti:

Menurut saya, konsep PKM ini sangat penting. Hanya dengan PKM yang efektiflah kita bisa menjadi knowledge worker yang jempolan. Dan di jaman ini, knowledge worker yang jempolan akan keluar sebagai pemenang !

Consumer Electronic Show 2006

Salah satu even penting dalam era gaya hidup digital adalah Consumer Electronic Show (CES) yang berlangsung setahun sekali. Dalam ajang inilah berbagai perusahaan berlomba-lomba memamerkan teknologi terbaru mereka yang akan mewarnai kehidupan kita sehari-hari,mulai dari cara kita menonton TV, main game, membaca buku, dan sebagainya. Singkatnya, dalam ajang ini diperkenalkan teknologi-teknologi terkini untuk gaya hidup digital !

Untuk tahun 2006 ini, CES diadakan pada tanggal 5-8 Januari lalu di Las Vegas. Acara ini diikuti oleh 2500 peserta dari seluruh dunia dan dikunjungi oleh 130.000 orang. Ada lima orang pemimpin industri yang memberikan presentasi (keynote address) pada CES 2006 ini, yaitu Bill Gates (Microsoft), Howard Stinger (Sony), Paul Otellini (Intel), Terry Semel (Yahoo) dan Larry Page (Google).

Kebetulan saya menonton video presentasi Bill Gates dalam even ini. Menarik sekali, di situ Bill Gates memberikan demonstasi seperti apa kehidupan sehari-hari kita di masa depan. Di rumah misalnya, terdapat sebuah komputer dengan layar sentuh yang bisa dimasukkan di dinding. Di komputer itu kita bisa memonitor lokasi anggota keluarga yang lain, melihat jadwal acara keluarga, memasang gambar anak-anak, dan menonton televisi. Kalau kita tertarik dengan acara televisi yang sedang ditayangkan, kita cukup menyentuh sebuah tombol untuk memindahkan tayangan itu ke handphone kita. Jadi kita bisa tetap menontonnya di handphone sementara kita bepergian !

Suasana di kantor juga berbeda. Layar komputernya tidak lagi berupa sebuah monitor 17 inch atau bahkan 20 inch. Yang digunakan adalah sebuah layar datar yang sangat lapang, mungkin setara dengan tiga monitor ukuran besar yang dijejer ! Akibatnya kita bisa sangat produktif dalam bekerja karena bisa melakukan banyak aktivitas sekaligus. Dan tayangan yang sedang kita tonton di handphone bisa dengan mudah dipindahkan ke layar kerja tersebut.

Yang mengagumkan lagi adalah suasana di bandara saat menunggu pesawat. Meja di sana bukan meja biasa, melainkan sebuah komputer dalam bentuk meja. Saat handphone diletakkan, layar komputer di meja itu akan langsung menyala dan mengenali informasi yang terdapat dalam handphone. Komputer di meja itu langsung siap digunakan untuk mengolah informasi yang sedang kita kerjakan.

Lalu misalnya kita mendapatkan sebuah kartu nama dari partner bisnis kita. Ternyata ini bukan kartu nama biasa melainkan kartu nama pintar. Saat kartu itu diletakkan di meja di dekat handphone, komputer di meja itu akan langsung mengenali informasi di kartu dan memasukkannya ke handphone kita ! Semua begitu terintegrasi dengan mulus, saya sendiri sampai kagum waktu melihatnya !

Menurut perkiraan Bill Gates, tahun 2010 semua ini akan bisa menjadi kenyataan. Ya, semoga saja begitu. Mari kita tunggu.

Melihat Ukuran Folder

Dari rubrik Download of the Day Lifehacker beberapa waktu yang lalu, saya menemukan sebuah utility yang menarik yaitu Folder Size. Inilah utility yang saya cari-cari selama ini !

Seperti yang Anda tahu, di dalam Windows Explorer kita hanya bisa melihat ukuran dari file namun tidak bisa melihat ukuran dari folder. Karena itu saya seringkali mengalami kesulitan kalau ingin mengetahui ukuran dari sebuah folder. Cara yang saya pakai – terpaksa – adalah dengan melakukan klik kanan pada folder itu lalu memilih menu Properties. Dari jendela Properties yang muncul kita bisa mengetahui ukuran dari folder tersebut. Tapi ingat, itu baru ukuran dari satu folder ! Bagaimana kalau kita ingin mengetahui ukuran dari banyak folder ? Apakah kita harus melakukan klik kanan Properties satu per satu ? Pasti merepotkan sekali !

Untunglah, Folder Size benar-benar menuntaskan masalah ini. Dengan utility ini kita bisa melihat ukuran sebuah folder langsung di dalam Windows Explorer, sama seperti kita bisa melihat ukuran file. Kita bahkan tidak perlu membuka program lain, karena utility ini sudah terintegrasi langsung di dalam Windows Explorer.

Cara menggunakan Folder Size sangat mudah. Pertama-tama download program installer-nya yang berukuran 240 kilobyte, lalu jalankan program installer tersebut. Setelah ter-install, di Windows Explorer pilih menu View Details. Ini akan mengubah tampilan dari Windows Explorer ke bentuk Details. Berikutnya lakukan klik kanan pada bagian header dari tampilan Details. Dari menu yang muncul kita bisa memilih kolom-kolom apa saja yang akan ditampilkan di Windows Explorer. Pilih Folder Size dari menu tersebut maka ukuran folder akan langsung dimunculkan !

Menurut saya, kegunaan utama utility ini adalah untuk manajemen ruang harddisk. Dengan mudah kita bisa melihat folder mana yang paling memboroskan ruang harddisk. Selanjutnya kita bisa masuk ke folder tersebut untuk melihat folder-folder mana di bawahnya yang paling boros. Ini sangat membantu kita untuk menghemat ruang harddisk, sebab dengan mudah kita bisa melihat folder-folder mana yang berukuran besar padahal tidak lagi kita butuhkan.

Menangkap Ide

Yang namanya ide seringkali muncul secara tiba-tiba. Mungkin kita sedang sibuk mengerjakan sesuatu, tiba-tiba ada ide yang melintas. Mungkin kita sedang bercakap-cakap dengan seseorang, tahu-tahu ada ide yang muncul. Dalam keadaan seperti ini, satu hal yang sangat penting untuk dilakukan adalah segera menuliskannya. Inilah caranya menangkap ide. Segera menuliskannya. Kalau tidak begitu, seringkali ide itu akan hilang begitu saja.

Hal ini sering saya alami. Ada ide yang muncul, namun tidak segera saya tuliskan. Akibatnya, ide tersebut menguap, saya tidak bisa mengingatnya lagi. Entah, berapa banyak ide yang hilang karena itu ? Belajar dari pengalaman, sejak lama saya sudah punya kebiasaan menuliskan ide. Begitu ada ide yang terlintas, saya usahakan secepat mungkin menuliskannya. Sekarang ini saya punya beberapa file tempat menuliskan ide-ide saya, tergantung jenis idenya. File seperti ini biasanya disebut dengan istilah “jurnal ide”.

Untuk menulis blog ini misalnya, saya punya file khusus untuk menampung ide-ide yang muncul. Begitu ada ide untuk post, cepat-cepat saya menuliskannya. Biasanya belum berupa post yang lengkap, melainkan hanya judul atau tema post-nya. Bisa juga ditambahkan dengan beberapa kalimat inti yang saya dapatkan. Di kemudian hari saya bisa mengembangkan ide tersebut sampai menjadi sebuah post yang lengkap.

Anda bisa membuat jurnal ide Anda sendiri. Dalam bidang apa pun yang Anda anggap penting, biasakanlah untuk menuliskan ide yang Anda peroleh di jurnal tersebut. Jangan biarkan ide-ide Anda menguap begitu saja. Bisa jadi, dari kebiasaan sederhana ini akan muncul ide-ide besar yang mengubah dunia !