Getting Things Done

Omong-omong soal produktivitas, belum lama ini saya menjumpai metode manajemen waktu yang masih baru bagi saya yaitu Getting Things Done (GTD). Sebenarnya saya sudah mendengar tentang GTD beberapa waktu yang lalu, namun waktu itu saya kurang tertarik. Saya pikir, “Ah, paling-paling ini hanya sebuah metode manajemen waktu biasa. Hanya satu di antara sekian banyak metode.”

Tapi belakangan, ketertarikan saya terhadap GTD meningkat pesat. Mengapa ? Sebab GTD ternyata sangat populer dan sangat banyak digunakan ! Banyak situs-situs produktivitas membahas tentang GTD, dan banyak orang menulis tentang bagaimana mengaplikasikan GTD dalam kehidupan sehari-hari. Saya sendiri sampai tercengang. Selama ini patokan saya soal manajemen waktu adalah The 7 Habits of Highly Effective People. Tapi situs-situs produktivitas yang saya baca malah sama sekali tidak menyinggung The 7 Habits. Sebaliknya, bisa dibilang hampir semuanya membahas GTD. Wah … wah … rupanya saya sudah ketinggalan jaman !

GTD sebenarnya bersumber dari buku karya David Allen yang berjudul Getting Things Done: The Art of Stress-Free Productivity. Isi buku ini adalah tentang bagaimana memanajemen waktu kita agar bisa mencapai produktivitas yang maksimum. Produktivitas maksimum ? Ya, tepat seperti tema situs ini ! Inilah yang membuat saya makin tertarik untuk mempelajari GTD. Memang, sekarang saya belum begitu tahu tentang GTD. Tapi bisa dipastikan, GTD sekarang punya prioritas tinggi dalam daftar belajar saya !

Kompetisi untuk Talenta

Dalam pidatonya di Columbia University bulan Oktober lalu, Bill Gates mengatakan sesuatu yang menguatkan apa yang ditulis dalam post Perburuan Talenta, yaitu bahwa kompetisi dalam bidang ini pada dasarnya adalah kompetisi untuk mencari talenta. Berikut ini kutipan pidatonya pada waktu itu:

Those kinds of challenges require a lot of the best software people, and, in fact, a lot of the competition in our business is a competition for talent, making sure that the best minds are going into the software industry and then attracting them, having them in project groups that work together, get lots of feedback from customers, take the research ideas, pour those in and then constantly bring out improvements that drive that software forward.

Anda lihat ? Seperti yang ditulis di post Perburuan Talenta, perusahaan modern sangat haus untuk mendapatkan talenta terbaik. Bisa dibilang mereka rela melakukan segalanya demi mendapatkan talenta terbaik !

Hal ini memang belum terlalu terlihat di Indonesia, tapi saya percaya di masa depan trend-nya akan menuju ke sana. Jenis pekerja yang dibutuhkan adalah knowledge worker (pekerja berpengetahuan), dan knowledge worker terbaik akan menjadi rebutan. Karenanya sebelum era tersebut tiba, bukankah lebih baik kita bersiap-siap dari sekarang ?

Google Analytics

Muncul lagi produk baru dari Google: Google Analytics. Ini adalah produk untuk mengetahui karakteristik pengunjung dari suatu situs. Dengan produk ini, pemilik situs dapat mengetahui dari mana para pengunjung berasal, apa yang mereka sukai, bagian situs mana yang paling populer, dan lain sebagainya. Bagi orang-orang pada umumnya tool ini memang kurang menarik, tapi bagi para pemilik situs (seperti saya) inilah tool idaman ! Mengapa ? Sebab dengan tool ini kita bisa mengetahui apakah situs kita sudah efektif atau tidak.Bagian mana yang perlu diubah, bagian mana yang perlu ditingkatkan, apakah pemilihan kata-kata kita sudah tepat, dan sebagainya. Singkatnya, tool ini dapat membantu para pemilik situs menjadi lebih produktif !

Google Analytics sebenarnya berasal dari tool milik perusahaan Urchin yang telah dibeli Google. Dulu untuk menggunakan tool ini pelanggan harus membayar USD 199 setiap bulannya. Berarti sekitar 2 juta rupiah per bulan ! Sangat mahal bukan ? Bisa dibayangkan bagaimana canggihnya tool ini (sekedar informasi, banyak tool di Internet yang harganya di bawah ini). Sekarang, dengan kecanggihan yang sama dan bahkan ditingkatkan, Google memperbolehkan semua orang memakainya secara gratis ! Wow ! Itulah sebabnya di atas tadi saya sebutkan bahwa ini adalah tool idaman. Saya sudah tidak sabar ingin menggunakannya di situs ini. :)

100 Blog Pilihan CNET

Beberapa waktu yang lalu CNET mengeluarkan daftar 100 blog pilihan di bidang teknologi. Seperti yang ditulis CNET, dengan 14 juta blog di Internet dan masih bertambah dengan 80.000 blog baru setiap hari, tidaklah mudah untuk menemukan blog yang bagus untuk dibaca. Nah, CNET ingin membantu kita untuk memilih blog-blog yang bagus di antara begitu banyak blog.

Menarik juga mencermati daftar pilihan CNET ini. Ternyata hanya sebagian kecil di antaranya yang pernah saya baca, seperti Slashdot dan Lifehacker. Banyak yang malah belum pernah saya dengar sama sekali ! Wah … wah …

Daftar blog ini dibagi dalam sepuluh kategori, yaitu Cutting Edge, Digital Lifestyle, Law – Politics, Mac Nation, Open Source, Search – Media, Security – Threats, Software, Tech Business, dan Web Culture. Bagi saya yang paling menarik tentu saja kategori Digital Lifestyle karena cocok dengan tema blog ini (gaya hidup digital). Ya … siapa tahu dari daftar blog ini saya bisa menemukan sumber informasi baru yang berguna !

Pentingnya Microsoft Office

Saya baru menyadari belakangan ini kalau Microsoft Office ternyata disebut dengan istilah desktop productivity tools oleh Microsoft. Bagi saya ini punya implikasi penting. Ini berarti bahwa kalau kita ingin mencapai produktivitas maksimum (yang merupakan misi dari blog ini) maka sangatlah penting untuk menguasai Microsoft Office ! Mengapa ? Sebab ternyata Office inilah alat yang diposisikan Microsoft sebagai sarana untuk peningkatan produktivitas. Namanya saja sudah desktop productivity tools !

Nah, setelah menyadari hal ini saya jadi tertarik untuk mendalami Microsoft Office. Bukan sekedar menggunakannya biasa-biasa (karena kalau itu sih sudah sering), tapi berusaha menggunakannya secara maksimum agar bisa mencapai produktivitas yang maksimum. Saya yakin masih banyak “rahasia” Office yang belum saya ketahui, dan kalau saya bisa menguasai “rahasia-rahasia” itu maka produktivitas saya pasti akan banyak meningkat !

Dari mana saya bisa yakin bahwa masih banyak “rahasia” Office yang belum saya ketahui ? Dari pernyataan Chris Capossela (salah seorang vice president Microsoft) pada ajang Professional Developer Conference bulan September lalu.Waktu itu dia memperkenalkan Office 12 yang merupakan generasi Office berikutnya (baru akan dirilis akhir tahun depan). Dia menjelaskan bahwa banyak permintaan pengguna untuk fitur-fitur baru Office ternyata sebenarnya sudah ada di dalam Office itu sendiri ! Masalahnya hanyalah mereka tidak mampu menemukannya. Itulah sebabnya dalam Office 12 salah satu sasaran utama Microsoft adalah membuat fitur-fitur Office yang dulunya “tersembunyi” menjadi lebih mudah ditemukan dengan jalan mengubah antarmuka program.

Pernyataan Chris Capossela ini membuat saya yakin bahwa hal yang sama juga terjadi pada diri saya. Pasti masih banyak fitur Office yang belum saya ketahui. Ini berarti, kemampuan Office sebenarnya tentu jauh lebih hebat dari yang saya duga selama ini ! Itulah sebabnya saya tertarik untuk mendalami Office. Bukankah tujuan saya adalah mencapai produktivitas maksimum ?

Catatan:
Jangan dikira saya begitu Microsoft-minded. Saya juga sangat tertarik dengan desktop productivity tools lain seperti OpenOffice.org. Saya bahkan sudah menginstall OpenOffice.org 2.0 yang baru keluar ! Menurut saya, kita harus terbuka pada semua alternatif dan jangan hanya terpaku pada satu vendor. Namun demikian, Microsoft Office masih memegang pangsa pasar terbesar saat ini. Karena itu saya sendiri lebih memprioritaskan untuk belajar Microsoft Office. :)

Banjir Informasi

Jaman Internet ini benar-benar luar biasa ! Informasi begitu melimpah seperti banjir sampai tidak tahu lagi harus bagaimana. Bayangkan saja, hanya dengan libur beberapa hari dalam RSS reader saya sudah terdapat tidak kurang dari 2400 item berita ! Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menghabiskan semuanya itu ? Tentu saja saya tidak membacanya satu per satu. Saya hanya membaca judul-judulnya sekilas dan baru membaca isinya bila kelihatan menarik (skimming). Meskipun begitu, waktu yang dibutuhkan tetap sangat lama. Padahal itu baru satu sumber informasi saja yaitu RSS.

Lalu bagaimana dengan sumber informasi lainnya seperti milis ? Jujur saja, sudah berminggu-minggu saya tidak membaca email yang saya terima dari berbagai milis ! Semuanya saya biarkan menumpuk begitu saja dalam account Gmail saya (untunglah Gmail punya kapasitas yang besar :) ). Bahkan untuk membaca hanya topik-topik yang menarik pun saya tidak sempat. Waktu saya sudah banyak habis hanya untuk membaca RSS. Ini belum lagi mengikutkan sumber informasi lain yang juga penting yaitu e-book dan e-magazine. Hampir semuanya saya biarkan terbengkalai tidak terbaca. Belum lagi sumber informasi lainnya seperti berbagai video seminar yang belum sempat saya tonton. Ck … ck …benar-benar banjir informasi !

Terus terang, saya mulai merasa kewalahan dengan semuanya ini. Ada dilema yang harus saya hadapi. Di satu sisi saya harus menyerap banyak informasi agar bisa tetap up-to-date, namun di sisi lain waktu yang tersedia tidak memungkinkan untuk menyerap informasi yang begitu membanjir. Lalu bagaimana solusinya ? Bagaimana cara menangani banjir informasi ? Bagaimana agar waktu kita bisa benar-benar maksimal ? Jawaban semua pertanyaan inilah yang sedang dan terus saya cari hari-hari ini.

Masalah di Blog

Di post sebelumnya sudah saya singgung tentang adanya masalah di blog ini. Masalah yang terjadi adalah adanya beberapa script PHP yang tidak mau jalan dengan memunculkan pesan kesalahan Forbidden : You don’t have permission to access /wp-login.php on this server. Additionally, a 404 Not Found error was encountered while trying to use an ErrorDocument to handle the request. Akibatnya ada fitur-fitur tertentu yang tidak bisa dijalankan seperti misalnya RSS (RSS terakhir kali aktif tanggal 25 Oktober 2005).

Saya sudah berusaha memperbaikinya, tapi permasalahannya rupanya lebih rumit dari yang saya duga. Upaya yang saya lakukan (agak berbau teknis):

  • Mengubah permission dari folder public_html di mana file-file untuk situs ini diletakkan. Permission-nya saya ubah menjadi lebih longgar dengan harapan pesan You don’t have permission … bisa diatasi. Ternyata gagal.
  • Mengubah permission dari file script yang bermasalah. Permission-nya saya buat lebih longgar. Upaya ini pun gagal.
  • Menginstall ulang WordPress dari awal. Semua file yang ada saya hapus (termasuk database-nya) dan saya install kembali WordPress dari awal. Tetap tidak berhasil. Pesan kesalahan yang sama muncul saat instalasi. Padahal waktu menginstall pertama kali dulu semuanya lancar tidak ada masalah.

Saya sudah berusaha mencari solusi di arsip forum WordPress tapi tidak menemukan jawaban. Dugaan saya sementara ini, masalahnya terletak di server hosting saya dan bukan di WordPress.

Ya, untuk saat ini situs tetap saya jalankan meski dengan beberapa keterbatasan. Bukankah lebih baik tetap jalan meski terbatas daripada tidak sama sekali ? Saya akan tetap menulis post-post baru. Nanti kalau semua masalah sudah teratasi akan saya umumkan dalam bentuk post.

By the way … mungkin ada di antara rekan-rekan yang bisa membantu bagaimana solusinya ?

Liburan

Sepanjang minggu ini ada liburan panjang yaitu libur Idul Fitri. Seperti orang-orang lain, saya pun memanfaatkan kesempatan ini untuk pulang kampung. Karena itu … sudah beberapa hari ini saya tidak ber-Internet-ria ! Lumayanlah … liburan ini memberi kesempatan untuk kembali jadi manusia normal. :)

Nah, hari ini saya mulai ber-Internet kembali. Satu hal yang jelas, ada masalah dalam blog ini. Yang pertama, fitur pemberian komentar tidak berjalan dengan baik. Kedua, fitur RSS juga tidak berjalan dengan baik. Dan yang ketiga, saya sendiri mengalami kesulitan untuk melakukan login ! Masalah-masalah ini sebenarnya sudah muncul sejak sebelum liburan, tapi terus terang belum sempat saya tangani. Harapan saya, dalam satu-dua hari ini semua masalah itu akan bisa diatasi. Sorry for the incovenience. :)

Globalisasi 3.0

Selama liburan ini saya membaca buku The World is Flat karya Thomas Friedman. Sebenarnya beberapa waktu yang lalu saya sudah membaca artikelnya di New York Times, tapi kali ini saya ingin membaca buku lengkapnya. Sekedar informasi, buku ini sekarang sedang laris-larisnya di Amerika dan sudah bertengger di daftar best-seller selama berbulan-bulan.

Lalu apa sebenarnya isi buku itu ? Ini dia yang menarik. Buku itu membahas tentang bagaimana dunia sekarang sudah menjadi datar, bukan lagi bulat. Nah lho ? Yang dimaksud datar di sini bukan bentuk fisik dari bumi ini, melainkan kenyataan bahwa arena kompetisi di dunia sekarang sudah menjadi datar sehingga semua pihak bisa ikut berlomba.

Dulu orang yang tinggal di Amerika misalnya, memiliki kesempatan yang lebih besar untuk maju daripada mereka yang tinggal di India. Mengapa ? Sebab di Amerika semua sumber daya tersedia. Mulai dari dana, pendidikan, sarana komunikasi, dan ilmu pengetahuan, semuanya tersedia di sana dan di beberapa tempat saja di dunia.

Sekarang keadaan sudah berubah. Dalam era yang disebut Friedman Globalisasi 3.0 (Globalisasi versi 3, seperti versi perangkat lunak) orang-orang di seluruh penjuru dunia memiliki kesempatan yang sama untuk maju. Entah mereka berada di Amerika, India, Jepang, atau Indonesia (jangan lupa yang satu ini :) ), mereka semua memiliki kesempatan yang sama untuk maju ! Setiap orang yang memiliki komputer, akses Internet, dan kepandaian, bisa menjual produknya ke seluruh dunia. Setiap orang ? Betul. Menurut Friedman, dalam Globalisasi 3.0 ini bukan hanya perusahaan, setiap individu pun bisa ikut bermain di pasar global. Wow !

Bagi saya pribadi, hal ini membangkitkan semangat sekaligus ketakutan. Semangat, karena ini berarti kesempatan saya di Indonesia sama besarnya dengan mereka yang berada di Amerika atau Jepang. Seperti mereka, saya juga bisa menjangkau pasar internasional. Namun di sisi lain ini juga menimbulkan ketakutan. Mengapa ? Sebab ini berarti saya harus belajar untuk berpikir dan bersaing secara global ! Kalau dulu saya pikir saingan saya hanya orang-orang di sekitar saya, sekarang saingan saya justru seluruh dunia ! Menakutkan bukan ?

Jadi waspadalah. Globalisasi 3.0 adalah kesempatan besar buat kita semua. Tapi di sisi lain, ia juga menjadi ancaman besar buat kita semua. Karena itu, sekali lagi, waspadalah.

Cara Cepat Membuka Dokumen

Tahukah Anda cara saya membuka dokumen saat ini ? Misalnya saya ingin membuka dokumen bernama blog.doc, apakah yang akan saya lakukan ? Apakah saya akan membuka Windows Explorer atau Microsoft Word terlebih dulu lalu mencari dokumen yang dimaksud ? Tentu saja tidak. Saat ini ada cara yang jauh lebih cepat untuk membuka dokumen, yaitu dengan memanfaatkan Google Desktop Search 2 (GDS 2).

Saya sudah pernah membahas tentang GDS 2, namun waktu itu saya lebih banyak berbicara tentang fitur Sidebar-nya. Kali ini saya ingin membahas fitur lain dari GDS 2, yaitu kotak search yang terletak langsung di taskbar Windows atau di bagian bawah Sidebar. Kotak search inilah yang memungkinkan kita membuka dokumen apa pun dengan cepat !

Kembali ke contoh tadi misalnya, yaitu kita ingin membuka dokumen blog.doc. Langkah yang perlu dilakukan adalah mengetikkan blog.doc ke kotak search tersebut. Sambil mengetik, pencarian akan dilakukan dan hasil yang sesuai akan langsung dimunculkan dalam bentuk menu di bagian atas kotak search. Salah satu hasil yang muncul adalah dokumen blog.doc yang dicari dan kita tinggal memilih menu tersebut untuk membuka dokumen yang dimaksud. Sangat efisien bukan ?

Inilah cara yang saat ini saya gunakan untuk membuka dokumen. Cara ini sangat cepat karena kita tidak perlu membuka program apapun lebih dulu. Dan oya, satu lagi, cara ini juga bisa dipakai untuk membuka program. Misalnya kita ingin membuka program Microsoft Word, maka kita cukup mengetikkan word dan program Microsoft Word akan muncul dalam menu pilihan di atas kotak search. Selanjutnya kita tinggal memilih menu tersebut maka program Microsoft Word akan terbuka !