Pencarian Non-Digital

Baru-baru ini saya sibuk mencari selembar kertas yang berisi catatan penting. Untuk itu saya harus membongkar berbagai tumpukan kertas di atas meja, di dalam lemari, dan di tempat-tempat lain yang saya anggap mungkin. Setiap kertas yang ada harus saya periksa satu per satu, apakah merupakan kertas yang saya cari atau bukan. Merepotkan sekali. Selain merepotkan juga menyita banyak waktu.

Saya membayangkan, seandainya saja catatan saya tadi berada dalam bentuk file, tentu saya tidak perlu repot-repot begini. Terselip dalam folder-folder tak dikenal pun, saya dapat dengan mudah menemukannya. Tinggal menggunakan program desktop search seperti Google Desktop Search atau Copernic Desktop Search, tekan enter, dan … voila ! Dalam sekejap file itu sudah muncul di depan mata ! Sangat efisien bukan ? Sangat cepat dan sama sekali tidak merepotkan.

Saya jadi berpikir, berapa banyak informasi yang hilang hanya gara-gara tidak disimpan dalam bentuk digital ? Informasi itu sebenarnya ada di suatu tempat, tapi tak seorang pun dapat menemukannya. Belum lagi masalah waktu yang terbuang untuk mencarinya.

Wah, wah, memang menderita hidup di dunia yang non-digital !

Google Toolbar untuk Firefox

Google Toolbar untuk Firefox

Akhirnya keluar juga Google Toolbar untuk Firefox ! Sebagai pengguna Firefox, sudah lama saya merindukan keluarnya Google Toolbar untuk Firefox. Sekedar untuk diketahui, sebelumnya Google Toolbar hanya tersedia untuk Internet Explorer. Untunglah selama ini kerinduan saya masih terobati dengan adanya Googlebar, tiruan Google Toolbar yang dibuat untuk Firefox. Googlebar inilah yang selama ini saya gunakan, dan menurut saya, Googlebar cukup bagus dan lengkap. Google sendiri pun sangat mendukung proyek Googlebar ini.

Namun demikian, saya sangat senang ketika mendengar kabar bahwa Google Toolbar untuk Firefox sudah keluar. Bagaimanapun juga – dengan tidak mengurangi penghargaan saya untuk proyek Googlebar – inilah toolbar yang asli buatan Google ! Begitu mendengar kabar ini, saya segera mendownload dan memasangnya !

Berikut ini beberapa fitur yang menarik dari Google Toolbar:

  1. PageRank
    Fitur ini menunjukkan – dalam bentuk grafik batang – seberapa penting halaman yang sedang kita lihat menurut Google. Semakin penting suatu halaman, skornya akan makin tinggi dalam skala 0 sampai 10.
  2. AutoLink
    Fitur ini mencari alamat-alamat yang terdapat pada halaman yang kita kunjungi dan mengubahnya menjadi hyperlink. Saat hyperlink itu diklik, akan ditampilkan peta dari alamat yang bersangkutan. Sayangnya fitur ini hanya berlaku untuk alamat-alamat di Amerika.
  3. SpellCheck
    Fitur ini bisa memeriksa ejaan yang kita gunakan saat menulis di suatu halaman web, misalnya saat kita menulis email atau mengisi form. Ejaan yang keliru akan otomatis diberikan pilihan-pilihan perbaikan.

Menarik sekali bukan ? Dan masih banyak lagi fitur lainnya. So, kalau Anda pengguna Firefox, jangan lupa segera memasang Google Toolbar !

Mengapa Pindah ke WordPress ? (2)

Bersambung dari Mengapa Pindah ke WordPress ? (1)

Sebenarnya ada banyak alternatif lain, lalu mengapa saya memilih WordPress ? Mengapa tidak penyedia blog lainnya ? Ya, alasan mudahnya, banyak blog profesional yang juga menggunakan WordPress. Salah satu contohnya adalah ProBlogger. Ini berarti, dengan WordPress saya dijamin bisa membuat blog profesional yang setara dengan mereka. Ya, itulah alasan mudahnya.

WordPress

Alasan detailnya:

  1. WordPress memiliki fasilitas kategori.
    Tentu saja. Bukankah masalah kategori merupakan alasan utama saya pindah dari Blogger ? Solusi yang saya cari tentu harus bisa memecahkan masalah ini, dan WordPress telah memiliki fasilitas manajemen kategori secara built-in.
  2. WordPress bisa digunakan secara gratis.
    Inilah satu kelebihan penting dari WordPress dibandingkan dengan penyedia blog profesional lainnya seperti Movable Type. Dengan begitu saya tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan apapun untuk menggunakan WordPress.
  3. WordPress memiliki banyak plugin.
    Ini setara dengan fasilitas pihak ketiga pada Blogger. Dengan plugin-plugin yang ada, saya bisa menambahkan berbagai kemampuan baru pada WordPress sesuai dengan kebutuhan.

Di samping berbagai kelebihan itu, ada lagi satu kejutan baru setelah saya pindah ke WordPress: WordPress telah memiliki fasilitas search secara built-in ! Selama ini saya selalu bingung bagaimana bisa menyediakan fasilitas pencarian post kepada pembaca di Blogger. Syukurlah, WordPress telah menyelesaikan masalah ini dengan sekali pukul !

Mengapa Pindah ke WordPress ? (1)

Seperti yang saya janjikan, saya akan menjelaskan mengapa blog ini saya pindahkan dari Blogger ke WordPress. Akan saya ceritakan pengalaman saya mengembangkan blog di Blogger dan alasan mengapa akhirnya saya memutuskan untuk pindah ke WordPress.

Well, pada post Blog – 5W1H bagian How telah dijelaskan bahwa Blogger adalah penyedia blog yang sangat mudah digunakan. Cukup dengan tiga langkah kita bisa memiliki blog baru yang sudah fungsional. Fasilitas yang disediakan pun terbilang cukup lengkap. Begitu banyak hal berkaitan dengan blog yang bisa kita lakukan di Blogger, seperti misalnya pengarsipan, penambahan member, dan lain sebagainya. Kalau tidak ada pun, banyak pihak ketiga yang menyediakan fasilitas tambahan, seperti misalnya HaloScan dan ShoutMix. Dengan semuanya itu, tidak heran kalau Blogger menjadi penyedia blog yang paling populer di Internet.

Blogger

Saya pun menjadi salah satu pengguna setia Blogger. Blog pertama saya (blog ini), saya buat di Blogger pada September 2004 dan terus saya kembangkan dengan Blogger sampai bulan Juni 2005. Banyak waktu yang saya gunakan untuk mengembangkan layout dan menambahkan fasilitas pihak ketiga. Cita-cita saya memang blog ini menjadi sebuah blog yang profesional.

Namun demikian, lama kelamaan mulai terasa keterbatasan dari Blogger. Yang paling penting dan menentukan adalah masalah kategori. Blogger tidak menyediakan fasilitas kategori, yang berarti bahwa saya tidak bisa mengatur dan mengelompokkan post-post saya dalam bentuk kategori (pihak ketiga tidak bisa membantu dalam hal ini). Terpaksalah masalah ini saya akali dengan membuat kategori secara manual, di mana saya harus mengedit setiap post satu per satu.

Nah, suatu saat saya berpikir, bagaimana kalau lain kali saya ingin mengganti nama kategori atau membuat kategori baru ? Wah, wah, saya harus mengedit lagi setiap post satu per satu ! Untuk situasi sekarang dengan puluhan post saja sudah sangat merepotkan, apalagi kalau di masa depan blog ini sudah berkembang dan memiliki ratusan post ! Tidak bisa saya bayangkan bagaimana repotnya. Dengan pertimbangan ini, selagi jumlah post-nya masih relatif sedikit, saya putuskan untuk mencari alternatif lain.

Bersambung ke Mengapa Pindah ke WordPress ? (2)

Mencari Arti Proses Windows

Apakah Anda pernah menekan tombol Ctrl-Alt-Del di Windows XP ? Jika pernah, Anda tentu tahu bahwa tombol tersebut akan memunculkan Windows Task Manager. Di dalam Windows Task Manager itu terdapat beberapa tab, yaitu Applications, Processes, Performance, Networking, dan Users.

Yang paling sering kita lihat tentunya tab pertama, yaitu tab Applications. Di sini terdaftar aplikasi-aplikasi Windows yang sedang kita jalankan. Tab ini termasuk mudah dimengerti karena yang terdaftar di dalamnya adalah nama-nama aplikasi yang sudah biasa kita dengar seperti Microsoft Word, Adobe Photoshop, dan lain sebagainya.

Selanjutnya pada tab kedua, yaitu tab Processes, tertulis nama-nama proses yang sedang berjalan. Setiap program di Windows sebenarnya terdiri dari proses-proses, di mana setiap program bisa memiliki lebih dari satu proses. Karenanya, tidak heran kalau jumlah entri yang terdapat di sini jauh lebih banyak daripada yang terdapat pada tab Applications. Masalahnya, berbeda dengan tab Applications, di sini muncul banyak istilah asing yang sulit dimengerti. Contohnya svchost.exe, apa sih sebenarnya svchost.exe itu ? Belum lagi istilah-istilah lainnya seperti spoolsv.exe, mdm.exe, khooker.exe, dan masih banyak lagi.

Untunglah, ada satu situs yang dapat menjawab pertanyaan kita ini, yaitu ProcessLibrary. ProcessLibrary adalah situs yang khusus menyediakan informasi mengenai proses-proses yang berjalan di Windows. Dengan situs ini, kita bisa mendapatkan informasi lengkap mengenai apakah sebenarnya svchost.exe itu, demikian juga halnya dengan proses-proses lainnya seperti spoolsv.exe, mdm.exe, dan khooker.exe. Caranya, di halaman utama ProcessLibrary masukkan nama proses yang ingin dicari lalu tekan tombol Search Now! atau enter untuk mulai melakukan pencarian. Selanjutnya ProcessLibrary akan menampilkan informasi lengkap mengenai proses tersebut.

Jadi, dengan situs ini, Anda tidak perlu bingung lagi dengan istilah-istilah aneh itu !

Pindah Program

Blog ini sedang mengalami proses pemindahan dari Blogger ke WordPress. Karena itu, untuk sementara sebagian fungsi dari blog ini belum bisa berjalan dengan sempurna. Secara bertahap fungsi-fungsi tersebut akan dikembalikan lagi seperti semula, tentunya dengan tambahan berbagai kemampuan baru yang tidak tersedia sebelumnya.

Lalu, mengapa pindah program ? Ya … ada kisah tersendiri untuk ini :) Saya akan menuliskannya secara lengkap nanti.

Steve Jobs: Pelajaran Kehidupan (2)

Bersambung dari Steve Jobs: Pelajaran Kehidupan (1)

Dalam pidatonya itu, Steve Jobs menguraikan pelajaran-pelajaran kehidupan yang diperolehnya, yang memungkinkannya menjadi seperti sekarang ini.

Pidato itu terdiri dari tiga cerita. Cerita pertama berjudul menghubungkan titik-titik (connecting the dots). Pada bagian ini ia bercerita mengenai latar belakang keluarganya, keputusannya untuk drop out, dan bagaimana keputusan untuk drop out itu akhirnya justru membawa berkah bagi kehidupannya. Hikmahnya, titik-titik dalam kehidupan ini pada akhirnya akan membuat garis yang jelas, asalkan kita terus berjalan mengikuti intuisi kita dan percaya. Pada awalnya memang garis itu belum terlihat, namun kita harus percaya dari awal bahwa suatu saat titik-titik itu akan saling terhubung membentuk garis yang jelas.

Cerita kedua berjudul cinta dan kehilangan (love and loss). Di sini ia bercerita mengenai pentingnya melakukan pekerjaan yang kita cintai. Ia mengisahkan pengalamannya mendirikan Apple Computer yang diawali dari sebuah garasi, sampai akhirnya berkembang menjadi perusahaan multimilyar dolar. Ia juga bercerita mengenai saat ia dipecat dari perusahaannya sendiri, suatu kehilangan yang besar dalam hidupnya. Namun untunglah ia mencintai apa yang ia kerjakan, dan inilah yang membantunya bangkit kembali bahkan menjadi lebih dari sebelumnya. Di sini sangat ditekankan pentingnya mencintai apa yang kita kerjakan. Bila belum menemukan apa yang kita cintai, teruslah mencari. Jangan berhenti sebelum menemukannya.

Cerita ketiga berjudul kematian (death). Di sini diceritakan bagaimana tiap-tiap pagi ia bertanya pada dirinya sendiri, “Kalau hari ini adalah hari terakhir dalam hidup saya, apakah saya akan melakukan apa yang hendak saya lakukan hari ini ?” Ia mengatakan bahwa mengingat bahwa kita akan mati merupakan cara terbaik untuk mengambil keputusan-keputusan penting dalam hidup. Mengapa ? Karena segala penghalang seperti kebanggaan pribadi, ketakutan akan kegagalan dan rasa malu, akan sirna di hadapan kematian. Yang akhirnya tersisa hanyalah apa yang memang benar-benar penting dalam hidup. Tidak ada lagi keraguan untuk mengikuti suara hati kita.

Pidato ini ditutupnya dengan sebuah ungkapan: Stay hungry. Stay foolish. Tetaplah merasa lapar. Tetaplah merasa bodoh. Jangan pernah berpuas diri, kembangkanlah dirimu terus menerus.

Begitulah. Bagi saya pidato ini sangat mengesankan. Daripada hanya membaca ringkasannya di post ini, saya menyarankan Anda membaca transkrip pidato tersebut secara lengkap. Transkrip pidato tersebut dapat diperoleh di sini, sedangkan versi audionya dapat diperoleh di sini.

Steve Jobs: Pelajaran Kehidupan (1)

Sekarang ada tokoh baru yang menjadi favorit saya … Steve Jobs. Inilah dia CEO dari Apple Computer dan Pixar Animation Studios. Kurang apa lagi ? Apple Computer dan Pixar Animation Studios. Dua-duanya perusahaan yang high-profile dan menjadi trendsetter. Apple menjadi trendsetter melalui produk-produk seperti iMac, iPod, dan iTunes, sedangkan Pixar menjadi trendsetter melalui film-film animasi seperti Finding Nemo dan The Incredibles. Singkatnya, Steve Jobs merupakan orang yang sangat berpengaruh dalam gaya hidup digital.

Namun, yang membuat saya kagum adalah … kepribadiannya. Sebenarnya saya sudah lama mendengar orang-orang berbicara tentang Steve Jobs, tapi saya baru benar-benar menyadari hal ini setelah membaca transkrip pidato Steve Jobs di acara wisuda Stanford baru-baru ini. Menurut saya pidatonya itu … mengagumkan. Pidato itu berisi pelajaran-pelajaran kehidupan yang sangat mendalam. Saya sendiri sampai terkesima saat membacanya. Berkali-kali saya berhenti membaca karena tertegun dengan apa yang baru saja saya baca.

Inilah dia pengalaman dari seseorang yang telah merasakan asam garamnya kehidupan. Seseorang yang merupakan anak adopsi, dari keluarga kurang mampu, drop-out dari kuliah, memulai dari nol, dan meniti jalan sampai ke puncak. Setelah sampai di puncak, ia mengalami dipecat dari perusahaan yang didirikannya sendiri. Impian hatinya hancur, dan ia pun jatuh kembali ke bawah, kembali ke nol. Untunglah ia bangkit, dan kejadian buruk ini justru memungkinkan ia melakukan banyak hal-hal besar. Akhirnya ia naik lagi ke puncak yang lebih tinggi, dan menjadi salah satu bintang paling cemerlang seperti sekarang ini.

Bersambung ke Steve Jobs: Pelajaran Kehidupan (2)

Bookmark Folder

Belakangan ini telah muncul browser-browser yang mendukung penggunaan tab. Artinya, dalam satu window browser kita bisa membuka banyak situs sekaligus dalam bentuk tab. Kalau dulu kita mau membuka lima situs misalnya, maka kita harus membukanya dalam lima window yang berbeda. Nah, sekarang dengan menggunakan tab, kelima situs tersebut bisa dibuka hanya dalam satu window yang terdiri dari lima tab. Ini memberikan kenyamanan tersendiri bagi para pengguna Internet. Browsing dengan menggunakan tab-tab ini dikenal dengan istilah tabbed browsing.

Browser yang mendukung tabbed browsing saat ini ada beberapa, di antaranya adalah Firefox, Opera, dan Safari. Ironisnya, browser yang paling banyak digunakan – yaitu Internet Explorer – justru belum mendukung fitur ini. Baru pada versi berikutnya (versi 7) IE akan memiliki fitur ini.

Tabbed browsing menjanjikan banyak keuntungan. Salah satunya adalah penggunaan bookmark folder. Di Firefox misalnya, situs-situs yang sering dikunjungi bisa dimasukkan dalam satu folder di menu Bookmark. Sebenarnya ini juga bisa dilakukan di IE, tapi yang menarik (dan hal ini tidak bisa dilakukan di IE) adalah: kalau lain kali kita membutuhkan situs-situs dalam folder tersebut, maka semua situs tersebut akan dapat langsung dibuka secara sekaligus ! Di Firefox hal ini bisa dilakukan dengan memilih menu Bookmark, lalu klik kanan pada bookmark folder yang dimaksud, dan pilih menu Open in Tabs. Hasilnya … simsalabim … semua situs dalam folder tersebut akan langsung dibuka dalam tab-tab !

Cara ini sangat efisien dipakai untuk mengawali hari. Saya misalnya, memiliki bookmark folder bernama Startup yang berisi situs-situs “wajib” yang hendak saya kunjungi di awal hari. Setiap hari, saya tinggal menjalankan browser dan membuka bookmark folder tersebut. Otomatis, semua situs yang hendak dikunjungi akan terbuka dan saya bisa langsung beraktivitas. Dengan cara ini, saya tidak perlu lagi repot-repot membuka semua situs tersebut satu per satu. Selain itu, juga tidak mungkin ada situs yang terlewat karena kelupaan.

Google-fu

Baru-baru ini saya membaca suatu istilah unik yang belum pernah saya dengar sebelumnya: Google-fu. Orang yang menulis itu mengatakan (terjemahan bebas) : “Ya, saya senang sekali kalau banyak orang mengajukan pertanyaan ke saya. Saya sebenarnya tidak ahli dalam hal-hal itu, tapi dengan begitu saya jadi punya kesempatan untuk membuktikan Google-fu saya.”

Wah, wah, rupanya istilah Google-fu di sini adalah plesetan dari istilah kungfu ! Yang dimaksud dengan Google-fu adalah kemampuan menggunakan Google untuk mencari jawaban berbagai pertanyaan yang tidak kita ketahui. “Jurus-jurus” penggunaan Google diumpamakan seperti jurus-jurus dalam ilmu kungfu ! Orang yang canggih “jurus” Google-nya akan bisa menemukan informasi yang tidak bisa ditemukan oleh orang lain.

Membaca istilah ini saya jadi sadar … ilmu menggunakan Google memang ilmu yang penting. Orang yang mahir menggunakan Google akan jauh lebih efektif dibandingkan dengan orang yang hanya menggunakan Google secara biasa-biasa. Kemampuan memilih keyword yang tepat, dikombinasi dengan operator dan servis Google yang tepat, membuat kita jadi mampu menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang sangat sulit sekalipun. Orang yang Google-fu-nya tinggi bisa menemukan informasi yang dibutuhkannya secara cepat dan tepat. Tidak heran kalau seseorang pernah berkata, “Google sudah seperti perpanjangan otak saya saja !”.

Di jaman gaya hidup digital ini, saya rasa, Google-fu adalah ilmu yang wajib dipelajari. Saya sendiri rindu terus meningkatkan Google-fu saya !