Pelajaran dari Good to Great

Saya baru saja selesai membaca buku Good to Great. Di dalam buku itu banyak konsep menarik yang saya jumpai ! Buku Good to Great merupakan hasil riset selama bertahun-tahun yang bertujuan menemukan prinsip-prinsip untuk mengubah suatu perusahaan dari perusahaan yang baik menjadi perusahaan yang hebat. Karena ditulis berdasarkan riset yang mendalam, prinsip-prinsip yang dikemukakan menjadi sangat berguna dan terbukti keandalannya. Tidak heran buku ini langsung menjadi best-seller. Nah, pada kesempatan ini saya ingin membagikan intisari dari buku itu. Saya yakin banyak prinsip-prinsip yang dapat diterapkan bukan hanya pada perusahaan, tapi juga pada pengembangan diri kita secara pribadi.

Pada intinya, ada tiga hal yang diperlukan untuk mengubah suatu perusahaan dari baik menjadi hebat, yaitu orang yang disiplin, pikiran yang disiplin, dan tindakan yang disiplin. Ketiganya harus dijalankan secara berurutan, yaitu dimulai dengan orang yang disiplin, diikuti dengan pikiran yang disiplin, dan diakhiri dengan tindakan yang disiplin. Berikut ini uraian dari ketiga hal tersebut:

  1. Orang yang disiplin
    Ide orang yang disiplin terdiri dari dua hal, yaitu kepemimpinan tingkat 5 dan pertama siapa … kemudian apa. Kepemimpinan tingkat 5 adalah sifat kepemimpinan yang unik yang ditemukan pada perusahaan baik-menjadi-hebat. Ciri-cirinya adalah para pemimpin tingkat 5 ini memiliki komitmen profesional yang sangat kuat namun juga memiliki kerendahan hati yang menonjol. Mereka tidak segan-segan mengambil tindakan tegas bagi kepentingan perusahaan, tapi di sisi lain mereka sama sekali tidak ingin menonjolkan diri. Pertama siapa … kemudian apa menunjukkan bahwa hal yang terpenting adalah kita harus memulai dengan orang yang tepat di dalam tim. Tanpa orang yang tepat tidak mungkin kita bisa memiliki pikiran yang disiplin maupun tindakan yang disiplin. Aset berharga bagi perusahaan bukanlah orang melainkan orang yang tepat.
  2. Pikiran yang disiplin
    Ide pikiran yang disiplin terdiri dari dua hal, yaitu hadapi fakta brutal dan konsep landak. Hadapi fakta brutal berarti bahwa perusahaan baik-menjadi-hebat bertindak berdasarkan fakta yang terjadi di lapangan yang bukan hanya mimpi kosong. Mereka mencari kenyataan sebenarnya, betapa pun tidak enaknya kenyataan itu, dan bertindak berdasarkan pemahaman akan hal itu. Konsep landak menunjuk pada konsep sederhana yang menjadi panduan bagi perusahaan baik-menjadi-hebat. Alih-alih berbagai konsep yang rumit, mereka memakai sebuah konsep sederhana sebagai landasan berjalannya perusahaan.
  3. Tindakan yang disiplin
    Ide tindakan yang disiplin terdiri dari dua hal, yaitu budaya disiplin dan teknologi pemercepat. Budaya disiplin adalah budaya kerja dalam perusahaan baik-menjadi-hebat yang sangat konsisten dalam menjalankan konsep landak mereka. Mereka secara fanatik mengikuti konsep landak dan dengan tegas menolak hal-hal yang tidak sesuai dengan itu. Teknologi pemercepat adalah sikap perusahaan baik-menjadi-hebat yang menggunakan teknologi sebagai pemercepat momentum menuju terobosan. Mereka menggunakan teknologi hanya untuk mempercepat dan bukannya menciptakan momentum.

Di luar ketiga hal ini ada sebuah roda pengatur. Roda pengatur di sini digambarkan sebagai sebuah roda besi berat yang awalnya hanya bisa berputar pelan, namun makin lama makin cepat menciptakan momentum hingga terjadi terobosan. Intinya adalah bahwa terobosan yang tampak pada perusahaan baik-menjadi-hebat sebenarnya adalah akumulasi momentum yang sudah dibangun dengan tekun selama bertahun-tahun (mirip seperti post Satu Senti Menuju Sukses).

Seperti itulah inti pelajaran dari Good to Great. Sangat menarik dan membuka paradigma ! Oya, tentu saja untuk mendapatkan gambaran yang lengkap Anda sebaiknya membaca bukunya secara langsung.