03.10.06

Beda Negara Beda Jam Kerja

Kategori Tips Produktivitas - Oleh admin

Ternyata negara yang berbeda punya kebiasaan yang berbeda juga tentang jam kerja. Paling tidak ini dari info yang saya terima selama ini. Pertama, saya punya pengalaman di Indonesia. Kedua, saya sering mendengar kisah dari teman-teman yang bekerja di Singapura sini. Ketiga, ada teman sekelas yang pernah dikirim perusahaannya ke Korea Selatan. Keempat, ada teman sekelas juga yang pernah dikirim ke Eropa.

Dari sumber-sumber ini saya dapat sedikit gambaran soal jam kerja di berbagai bangsa:

  1. Di Singapura, mereka biasa bekerja lembur. Kalau jam kerjanya sampai jam 17 misalnya, seringkali mereka baru bisa pulang dari kantor jam 18 atau 19.
  2. Di Korea Selatan lebih gawat lagi. Orang-orang di sana ternyata gila kerja. Teman sekelas yang notabene sudah biasa bekerja di Singapura saja sampai KO waktu dikirim ke sana. Mereka bisa pulang dari kantor jam 22 (!) sehingga sampai rumah tinggal terkapar di tempat tidur. Kabarnya Jepang juga sama gilanya.
  3. Nah, ini yang asyik. Di Eropa, kalau jam kerjanya sampai jam 17 maka mereka akan pulang jam … 17. Jadi mereka jarang lembur. Juga setelah pulang kerja seringkali sesama rekan kerja pergi dulu untuk makan atau minum bersama.
  4. Di Indonesia, kalau jam kerjanya sampai jam 17 maka mereka biasanya pulang jam … 16 atau 15 :D. Ah, ya nggak jugalah. Tapi yang pasti masih lebih santai daripada di Singapura.

Tentu semua ini nggak pasti benar, sebab saya juga hanya mendengar dari beberapa sumber. Tapi yang menarik buat saya: orang Eropa tidak gila kerja seperti di Singapura apalagi Jepang dan Korea tapi mengapa ekonominya bisa maju ? Seorang rekan lain juga pernah bilang kalau orang Eropa menjalani hidupnya dengan santai, tidak serba terburu-buru seperti di Singapura, Jepang dan Korea. Sekali lagi, mengapa ekonominya bisa maju ?

Sebenarnya jam kerja yang tepat itu seperti apa sih ?

3 Komentar »

  1. tonny said,

    July 4, 2008 at 9:54 am

    apakah orang eropa juga konsumtip seperti orang2 indonesia,misalnya suka gonta-ganti mobil,dll

  2. weti said,

    August 7, 2008 at 2:47 pm

    dengan teknologi informasi yang kian cepat, moga masyarakat Indonesia semakin menyadari pentingnya produktivitas bagi pembangunan bangsa

  3. erfiz said,

    April 11, 2010 at 3:37 am

    ehmm ga deh hidup koq buat kerja melulu…mati dikerja gimana

Tulis Komentar