Konsep Getting Things Done (2)

Bersambung dari Konsep Getting Things Done (1)

Untuk mengeluarkan stuff dari pikiran kita, ada dua hal yang perlu dilakukan:

  1. Menulis satu per satu semua hal yang perlu kita lakukan, dan
  2. Mengambil keputusan tentang setiap hal itu

Satu hal yang penting, agar pikiran kita tidak perlu lagi mengingat-ingat, maka semuanya ini harus dituangkan dalam bentuk tertulis. Dengan demikian pikiran kita akan dibebaskan sama sekali dari pekerjaan mengingat, dan bisa difokuskan pada pekerjaan mencipta.

Jadi hasil akhirnya:

  1. Pikiran kita bebas sama sekali dari hal-hal yang beterbangan
    Pikiran kita bersih dari semuanya itu, karena kita sudah mengambil keputusan tentang setiap hal itu dan menuliskannya dalam sistem eksternal (sehingga tidak perlu lagi mengingat). Inilah kondisi bebas stres.
  2. Pikiran kita bisa difokuskan pada pekerjaan mencipta
    Karena seluruh potensi pikiran bisa dipakai untuk mencipta, maka hasil pekerjaan kita pasti akan jauh lebih baik. Inilah kondisi produktif.

Tambahan lagi, tidak mungkin ada hal yang terlewat atau terlupa, karena semuanya sudah ditulis dalam sistem eksternal.

Seperti itulah ide dasar GTD. Lalu bagaimana cara menerapkannya ? Untuk menerapkan GTD, ada lima tahap yang harus dilakukan, yaitu:

  1. Collect
    Satu hal yang ditekankan dalam GTD adalah kita harus mengeluarkan semua hal yang perlu dilakukan dari kepala kita. Karena itu tahap pertama adalah kita harus mengumpulkan semua catatan atau daftar tugas, dan juga menuliskan semua hal yang ada di pikiran kita. Kita harus memastikan bahwa semua stuff yang beterbangan sudah ditangkap tanpa ada yang tertinggal.

Bersambung ke Konsep Getting Things Done (3)

Konsep Getting Things Done (1)

Seperti yang sudah pernah saya tulis, Getting Things Done (GTD) adalah sebuah konsep manajemen waktu yang sangat populer. Banyak orang yang sudah menggunakan dan merasakan manfaat konsep ini, bahkan tidak sedikit situs web yang dikhususkan untuk membahas GTD.

Seperti apakah GTD itu ? Ide dasar dari GTD bisa dilihat dari judul lengkap buku yang ditulis David Allen ini, yaitu Getting Things Done: The Art of Stress-Free Productivity. Jadi ide dasarnya adalah bagaimana kita bisa produktif (mencapai hasil sebanyak mungkin) tanpa mengalami stres. David Allen menyebutnya dengan istilah mind like water, pikiran yang begitu tenang seperti air di kolam. Ide ini tentu saja sangat menarik, karena dengan situasi persaingan seperti sekarang ini tekanan pekerjaan seringkali membuat orang stres. Mencapai hasil sebanyak mungkin dan tidak mengalami stres kelihatannya seperti dua hal yang bertentangan !

Bagaimana agar kita bisa bebas stres dan mempunyai mind like water ? David Allen berusaha merunut kembali mengapa orang mengalami stres. Menurut dia, stres disebabkan karena pikiran kita dipenuhi dengan apa yang disebutnya stuff. Stuff ini adalah hal-hal yang harus kita tangani namun belum kita putuskan apa yang harus kita lakukan tentang hal itu. Hal-hal yang belum diputuskan inilah yang beterbangan terus-menerus dalam pikiran kita dan membuat kita stres.

Lalu bagaimana solusinya ? Sederhana saja: semua stuff itu harus dikeluarkan dari pikiran kita ! Kalau tidak ada lagi stuff dalam pikiran kita maka pikiran kita akan tenang seperti air, mind like water.

Bersambung ke Konsep Getting Things Done (2)

Bermain dengan Google Pages

Google baru saja meluncurkan aplikasi baru yang termasuk kategori Web 2.0, yaitu Google Pages. Aplikasi ini hebat: kita bisa membuat situs web secara visual di Internet ! Google Pages mirip seperti program FrontPage atau DreamWeaver, di mana kita bisa mendesain halaman web untuk dipublikasikan di Internet. Bedanya, kalau dengan FrontPage atau DreamWeaver kita harus menginstall dulu program di komputer kita, sedangkan dengan Google Pages satu-satunya yang kita butuhkan adalah browser. Memang fiturnya tidak selengkap FrontPage atau DreamWeaver, tapi mengingat sulitnya membuat aplikasi yang berjalan dalam browser (jauh lebih sulit daripada aplikasi biasa), kemampuan Google Pages sungguh di luar perkiraan !

Menggunakan Google Pages, kita bisa membuat halaman web yang menarik dengan cepat. Contoh halaman web yang saya buat bisa dilihat di http://donald.latumahina.googlepages.com (alamatnya memang panjang karena user name saya di Google adalah donald.latumahina sedangkan format alamat di Google Pages adalah <user name>.googlepages.com). Untuk menaruh situs buatan kita, Google Pages memberikan kita tempat gratis sebesar 100 MB (bandingkan dengan Geocities yang hanya memberikan tempat sebesar 15 MB).

Sayangnya, karena banyaknya permintaan maka saat ini Google Pages tidak lagi menerima pengguna baru. Kalau sekarang Anda mendaftar Google Pages, maka Anda akan dimasukkan dalam waiting list. Saya beruntung karena sudah sempat mendaftar sebelum ditutup ! :)

Hal yang sama pernah terjadi dengan Google Analytics beberapa waktu yang lalu. Karena banyaknya permintaan maka pendaftar baru juga dimasukkan dalam waiting list. Lagi-lagi saya beruntung karena sudah sempat mendaftar sebelum ditutup. Jadi rupanya ada satu aturan penting kalau kita ingin mencicipi produk baru Google, yaitu daftar secepatnya sebelum terlambat !