30.03.06

Cara Mencari Buku Menarik

Kategori Pencarian Informasi - Oleh Donald

Bagaimana cara menemukan buku-buku yang menarik bagi kita ? Dengan menggunakan Amazon jawabannya sangat mudah. Berikut ini tiga cara yang dapat kita gunakan untuk mencari buku-buku yang menarik di Amazon:

  1. Ikuti link-link di bagian Customers who bought this also bought
    Setiap buku yang dijual di Amazon memiliki profil, dan dalam profil itu Amazon memberikan informasi yang sangat lengkap mengenai buku tersebut. Informasi yang diberikan meliputi harga, penerbit, jumlah halaman, rating, review, dan sebagainya. Salah satu informasi yang menurut saya sangat berguna adalah bagian Customers who bought this also bought yang menjelaskan buku-buku lain apa saja yang biasanya juga dibeli oleh orang yang membeli buku ini. Dengan kata lain, informasi ini menjelaskan bahwa kalau orang membeli buku A mereka biasanya juga membeli buku B, C, D, dan E. Informasi inilah yang menjadi kunci untuk menemukan buku-buku baru yang menarik.
    Dengan informasi ini besar kemungkinannya kita bisa menemukan buku-buku baru yang menarik. Mulai saja dengan membuka halaman profil Amazon untuk buku (atau buku-buku) yang kita sukai. Selanjutnya telusuri link-link yang ditawarkan ke buku lain. Untuk mengetahui apakah buku lain itu menarik atau tidak kita bisa membaca ulasan yang terdapat di halaman profilnya. Kita bisa terus menelusuri link-link ini sampai beberapa tingkat kedalaman. Terus terang, dengan cara ini sulit untuk tidak menemukan buku baru yang menarik !
  2. Ikuti rekomendasi khusus yang diberikan
    Kalau kita membuat account dan login terlebih dahulu, Amazon dapat memberikan rekomendasi yang khusus disesuaikan dengan selera kita. Setiap kali kita memberikan rating pada suatu buku Amazon akan otomatis menyesuaikan rekomendasi yang diberikan. Ini berarti Amazon berusaha untuk memahami selera kita untuk secara otomatis menawarkan buku-buku yang sesuai. Kita bisa melihat profil dari buku-buku yang ditawarkan itu dan dari situ masuk menelusuri buku-buku lainnya seperti pada cara 1.
  3. Lihat daftar best-seller dan new release
    Cara lain untuk menemukan buku menarik adalah dengan melihat daftar best-seller dan new release di Amazon. Daftar best-seller menampilkan buku-buku terlaris sedangkan daftar new release menampilkan buku-buku yang baru diterbitkan. Dengan melihat daftar best-seller kita bisa melihat trend apa yang sedang berkembang saat ini sedangkan dengan melihat daftar new-release kita bisa mengantisipasi trend yang mungkin akan berkembang di masa depan. Kedua daftar ini tersedia baik secara umum untuk semua kategori buku maupun secara khusus untuk kategori buku tertentu.

Untuk memudahkan, kita bisa membuat bookmark folder untuk menyimpan halaman daftar best-seller, new release, maupun rekomendasi khusus. Dengan begitu kita bisa membuka ketiganya secara sekaligus dengan mudah !

27.03.06

Bagaimana Agar Suka Membaca ?

Kategori Pengembangan Diri - Oleh Donald

Kalau Anda mengikuti blog ini, Anda tentu tahu bahwa saya sering menekankan pentingnya membaca. Saya pernah menulis post Kebiasaan Membaca di mana saya mencontohkan bagaimana orang-orang di Amerika mengganggap membaca sebagai pengisi waktu luang yang paling mereka sukai. Baru-baru ini saya juga menulis post Asyiknya Membaca di mana saya menggambarkan bagaimana asyiknya membaca, sekaligus membandingkan selera membaca orang Indonesia dengan orang luar negeri. Masih banyak lagi post lainnya di mana saya secara tidak langsung menekankan pentingnya membaca.

Namun begitu ada satu pertanyaan yang menggelitik pemikiran saya: bagaimana caranya agar orang-orang suka membaca ? Bukan sekedar membaca komik atau novel tentunya, namun juga bacaan-bacaan lain yang bermutu. Atau bisa juga pertanyaan ini diajukan dalam bentuk lain: bagaimana caranya menanamkan kebiasaan membaca ? Apa sih sebenarnya yang menghambat kebiasaan membaca ?

Terus terang saya sendiri belum menemukan jawabannya. Nah, untuk ini saya ingin tahu pendapat dari rekan-rekan. Rekan-rekan bisa memberikan pendapat melalui bagian komentar dari post ini. Saya yakin melalui diskusi ini kita akan menemukan titik terang.

25.03.06

Kamus Terbalik

Kategori Pencarian Informasi - Oleh Donald

Ada ide menarik yang disebut reverse dictionary atau “kamus terbalik”. Biasanya cara kerja kamus adalah kita memasukkan suatu kata lalu penjelasan dari kata itu akan muncul bagi kita. Tapi reverse dictionary ini terbalik. Yang kita masukkan justru penjelasannya dan yang akan dimunculkan adalah kata apa yang sesuai dengan penjelasan tadi ! Unik bukan ?

Inilah cara yang tepat digunakan kalau kita sedang lupa dengan suatu istilah. Jadi kita bisa menuliskan hal-hal yang menggambarkan istilah itu dan … bum ! Istilah yang tepat akan dimunculkan bagi kita.

Ide ini bisa dilihat di situs OneLook Reverse Dictionary. Masukkan penjelasan pada kotak yang tersedia, tekan tombol, dan selanjutnya akan dimunculkan daftar istilah yang paling sesuai dengan penjelasan tadi. Daftar istilah ini diurutkan berdasarkan relevansinya. Sebagai contoh, saya memasukkan sea transportation vehicle (kendaraan transportasi laut) sebagai penjelasan. Setelah menekan tombol, istilah-istilah yang dimunculkan sebagai hasilnya di antaranya adalah hovercraft, ship dan boat yang semuanya merupakan jenis transportasi laut.

Kamus terbalik ini memang menarik juga untuk dicoba. Namun sayang ada satu hal yang kurang, yaitu … versi bahasa Indonesia-nya belum ada :).

23.03.06

Digg - Situs Berita Teknologi Web 2.0

Kategori Trend IT - Oleh Donald

Salah satu situs Web 2.0 yang paling sukses adalah Digg. Digg adalah situs berita teknologi seperti juga News.com, Slashdot, dan lain-lain. Tapi ada satu hal yang unik di Digg: muncul tidaknya suatu berita tidak ditentukan oleh editor melainkan oleh banyaknya voting yang diterima oleh berita tersebut ! Semakin banyak voting yang diterima oleh suatu berita maka semakin tinggi ranking berita itu di Digg. Dan hanya berita-berita yang memperoleh voting terbanyaklah yang akan muncul di halaman utama Digg.

Rupanya banyak orang menyukai konsep ini. Terbukti, meskipun baru berusia satu setengah tahun, namun popularitas Digg saat ini sudah mendekati Slashdot yang jauh lebih mapan. Bahkan orang-orang menjuluki Digg sebagai Slashdot killer !

Apa yang dilakukan Digg sebenarnya adalah menonjolkan ciri kedua dari Web 2.0 yaitu Harnessing Collective Intelligence. Digg mengakumulasi pengetahuan dan pendapat banyak orang untuk menyaring begitu banyak berita yang beredar di Internet dan memunculkan hanya yang terbaik. Mekanisme yang melibatkan banyak orang ini benar-benar jitu karena:

  1. Berita yang terkumpul adalah hasil browsing gabungan dari ribuan orang. Akibatnya berita-berita di situs “kecil” yang biasanya terlewatkan pun akan tertangkap oleh Digg.
  2. Penyaringannya juga dilakukan oleh ribuan orang sehingga hasil penyaringannya benar-benar obyektif. Inilah kekuatan wisdom of crowds.

Bisa dikatakan apa yang terjadi di Digg adalah demokrasi murni. Tidak ada otoritas sentral yang membatasi dan benar-benar keinginan “orang banyak”-lah yang terjadi.

Hal ini juga sangat menguntungkan kita yang ingin mengikuti berita-berita di Internet. Digg sudah menyaringkan berita-berita yang kurang bermanfaat sehingga yang tersisa bagi kita hanyalah emas murni. Tanpa susah payah kita bisa langsung mendapatkan berita-berita yang terbaik dari seluruh Internet !

21.03.06

Masuk di Jawa Pos

Kategori Lain-lain - Oleh Donald

Sekedar intermeso: saya kemarin (20 Maret 2006) masuk di koran Jawa Pos bagian Metro Pendidikan. Ini berkaitan dengan seminar Mobile Device Unlimited yang sudah saya singgung pada post Pentingnya Membaca Manual. Pada seminar itu saya menjadi pembicara ketiga yang memberikan pengantar tentang cara pemrograman handphone dan PDA. Pembicara pertamanya adalah pak Herry S.W (pakar gadget ; wartawan lepas Jawa Pos), dan pembicara keduanya adalah pak Besar Kasianto (ketua klub Pengguna PDA Surabaya).

Acara ini dimuat Jawa Pos dalam artikel yang berjudul Fungsinya Tak Pernah Dioptimalkan. Kebetulan foto yang ditampilkan di edisi cetak Jawa Pos juga foto saya :).

19.03.06

Pentingnya Membaca Manual

Kategori Tips Produktivitas - Oleh Donald

Kemarin saya mengikuti seminar Mobile Device Unlimited di STTS. Dalam seminar itu dibahas tentang cara mengoptimalkan dan memprogram handphone dan PDA.

Salah satu pembicara sempat mengemukakan hal yang menarik. Ternyata sebagian besar pengguna handphone di Indonesia hanya memanfaatkan sebagian kecil dari fitur-fitur handphone yang dimilikinya. Banyak yang hanya menggunakan handphone untuk telepon, SMS dan main game. Padahal kemampuan handphone sebenarnya jauh lebih dari pada itu. Apalagi untuk generasi smartphone dan communicator. Sungguh ironis kalau seseorang memiliki perangkat yang canggih tapi hanya dipakai untuk SMS dan telepon !

Mengapa bisa begitu ? Kalau ditelusuri ternyata hal itu dikarenakan banyak orang malas membaca manual perangkat yang dimilikinya. Mereka hanya belajar menggunakan perangkat itu seadanya tanpa berusaha mengeksplorasi semua fitur yang ada. Akibatnya mereka justru terkejut kalau mendengar perangkat yang dimilikinya sebenarnya bisa ini dan itu yang tidak pernah mereka sadari sebelumnya.

Dari kenyataan ini saya disadarkan tentang pentingnya membaca manual. Berapa banyak potensi perangkat kita yang sudah kita manfaatkan ? 25 % ? 40 % ? Bisa jadi masih begitu banyak potensi yang belum kita manfaatkan. Dan langkah pertama untuk mengatasi hal ini sebenarnya sangat sederhana, yaitu membaca manual !

Dengan membaca manual setidaknya kita bisa mengenal semua fitur yang tersedia. Kita bisa mengenal secara lengkap kemampuan-kemampuan yang dimiliki suatu perangkat.

Oya, dan hal ini berlaku tidak hanya untuk perangkat keras seperti handphone dan PDA, tapi juga untuk perangkat lunak. Seperti yang pernah saya tulis di post Pentingnya Microsoft Office, Microsoft sendiri menyatakan bahwa banyak pengguna yang tidak mengenal fitur-fitur perangkat lunak yang dimilikinya.

Jadi untuk mencapai produktivitas maksimum ada satu hal sederhana yang bisa kita lakukan, yaitu membaca manual !

17.03.06

Hebatnya Malcolm Gladwell

Kategori Pengembangan Diri - Oleh Donald

Akhirnya selesai juga membaca buku Blink karangan Malcolm Gladwell. Sebenarnya saya sudah sempat menghabiskan 90% buku itu berbulan-bulan yang lalu, namun sisa 10%-nya tertunda dan baru saja saya selesaikan.

Satu hal yang saya kagumi dari Gladwell adalah kemampuannya dalam memilih topik. Dalam kedua bukunya, baik The Tipping Point maupun Blink, ia selalu memilih topik yang unik, yang lewat dari perhatian orang banyak, namun yang sesungguhnya merupakan topik yang sangat menarik. Dalam The Tipping Point misalnya, Gladwell mengupas fenomena epidemi sosial, yaitu bagaimana sesuatu yang tampaknya biasa saja tiba-tiba bisa meledak dan menjadi trend. Sedangkan dalam Blink, Gladwell mengupas tentang fenomena kesan sekejap, di mana orang bisa memberikan penilaian tentang suatu hal hanya dalam sekejap mata. Terus terang saya rasanya tidak akan mungkin terpikirkan tentang topik-topik semacam itu ! Berbeda sekali dengan kebanyakan buku yang topiknya sangat mudah ditebak seperti “rahasia menjadi kaya”, “tips sukses dalam pekerjaan”, dan sejenisnya.

Hebatnya lagi, topik yang unik itu bisa dikupas dengan sangat mendalam sampai membuat orang “hanyut”. Siapa sangka topik tentang kesan sekejap misalnya, bisa dikupas sampai seperti itu. Begitu pula topik tentang epidemi sosial yang benar-benar dibongkar sampai ke akar-akarnya. Dari sini tampak bahwa Gladwell memiliki kemampuan pengembangan ide yang luar biasa. Ide awal yang tampaknya sederhana bisa dikembangkan sampai begitu mendalam.

Dan satu hal lagi yang saya acungi jempol adalah kedalaman risetnya. Untuk menulis satu buku Gladwell melakukan riset yang sangat tekun dan mendalam. Selain membaca sangat banyak literatur, ia juga mewawancarai banyak narasumber secara langsung. Tidak heran contoh-contoh yang diberikan dalam kedua bukunya begitu orisinil, bervariasi dan memikat.

Saya yakin saya bisa belajar banyak dari Malcolm Gladwell. Setidaknya untuk ketiga hal ini, yaitu kemampuan pemilihan topiknya, pengembangan idenya, dan kedalaman risetnya. Dengan kualitas seperti itu tidak heran kedua bukunya langsung menjadi best-seller. Dan yang lebih hebat lagi, majalah TIME sudah memilihnya sebagai salah satu orang paling berpengaruh di jaman ini, padahal ia baru menulis dua buah buku !

15.03.06

Membuat Shortcut dengan Winkey

Kategori Tips Produktivitas - Oleh Donald

Seperti yang ditulis di post Pentingnya Shortcut Keyboard, salah satu faktor yang dapat meningkatkan produktivitas kita adalah penggunaan shortcut keyboard untuk melakukan berbagai tugas. Dengan menggunakan shortcut keyboard kita dapat menyelesaikan berbagai tugas dengan lebih cepat.

Ada satu program yang sangat menarik berkaitan dengan hal itu, yaitu Winkey. Seperti yang ditulis di post Shortcut untuk Windows, kita bisa menggunakan shortcut dengan tombol Windows (disingkat Win) untuk melakukan berbagai tugas di Windows. Contohnya, kita bisa menggunakan shortcut Win + E untuk membuka Windows Explorer, Win + L untuk melakukan Switch User, dan Win + D untuk menampilkan desktop Windows.

Nah, Winkey memungkinkan kita untuk membuat shortcut tombol Win kita sendiri ! Dengan Winkey, kita bisa membuat shortcut untuk tugas-tugas yang sering kita lakukan di Windows. Tugas-tugas yang biasanya harus dilakukan dalam beberapa langkah sekarang bisa dilakukan dalam sekejap menggunakan shortcut.

Cara memakai Winkey sangat mudah. Setelah men-download dan menginstall program Winkey, icon Winkey akan muncul system tray (kumpulan icon yang biasanya terletak di bagian kanan bawah Windows). Dengan men-double-click icon tersebut kita bisa membuka panel Winkey. Di panel inilah kita dapat menambahkan shortcut baru atau memodifikasi shortcut yang sudah ada. Cara lain untuk memunculkan panel ini adalah dengan shortcut Win + F9.

Kita dapat membuat shortcut untuk file maupun folder. Kalau shortcut kita menunjuk ke file maka file tersebut akan dibuka saat shortcut dijalankan, dan kalau file itu berupa program maka otomatis program akan dieksekusi. Kalau shortcut kita menunjuk ke folder maka folder itu akan dibuka.

Dengan begitu, kita bisa membuat shortcut untuk program maupun file dan folder yang sering kita gunakan. Kalau kita sering bekerja dengan folder C:\Data misalnya, kita bisa membuat shortcut (misalnya Win + 1) untuk langsung membuka folder tersebut.

Saya sendiri sudah banyak merasakan manfaat dari Winkey. Beberapa folder yang sering saya gunakan saya buatkan shortcut berupa Win + 1, Win + 2, dan seterusnya. Begitu juga beberapa program yang sering saya gunakan. Sebagai contoh, saya menggunakan shortcut Win + X untuk membuka Firefox, Win + O untuk membuka OneNote, dan Win + P untuk membuka Windows Media Player. Tentu saja, semua ini banyak membantu meningkatkan produktivitas saya.

12.03.06

Konsep Getting Things Done (4)

Kategori Pengembangan Diri - Oleh Donald

Bersambung dari Konsep Getting Things Done (3)

  1. Organize
    Setelah kita memproses semua stuff yang ada dan menempatkannya ke tujuh tempat yang mungkin (trash tidak dihitung), selanjutnya kita perlu menyusun item-item yang terdapat di berbagai tempat tersebut. Yang paling banyak item-nya kemungkinan besar adalah next actions (normalnya berkisar antara 50 sampai lebih dari 100 item) , karena itu item-item dalam next actions inilah yang paling memerlukan penyusunan lebih lanjut. Cara penyusunan yang dianjurkan untuk next actions adalah dengan mengelompokkannya berdasarkan konteks. Apa yang itu konteks ? Konteks adalah situasi yang memungkinkan kita untuk melakukan tugas tertentu. Berikut ini beberapa contoh konteks:

    • Home: untuk hal-hal yang hanya dapat dikerjakan di rumah.
    • Office: untuk hal-hal yang hanya dapat dikerjakan di kantor.
    • Call: untuk hal-hal yang memerlukan akses telepon.
    • Internet: untuk hal-hal yang memerlukan akses Internet.

    Dengan mengelompokkan item-item berdasarkan konteks, kita bisa dengan cepat melihat hal-hal apa saja yang dapat kita lakukan dalam situasi tertentu. Kalau kita sedang ber-Internet misalnya, dengan cepat kita bisa melihat daftar item yang ada di kelompok Internet.

  2. Review
    Meskipun kita sudah memproses semua stuff dan menempatkannya di tempat yang sesuai, namun akan sia-sia kalau kita tidak pernah melihat ulang semua tempat tersebut. Dalam kegiatan sehari-hari hanya ada dua tempat yang perlu dilihat, yaitu calendar (untuk hal-hal yang harus dilakukan di waktu tertentu) dan next actions (untuk hal-hal yang dapat dilakukan tanpa terikat waktu). Namun demikian, disarankan ada waktu khusus seminggu sekali untuk me-review seluruh sistem kita. Waktu khusus ini disebut dengan istilah weekly review di mana kita mengosongkan kembali pikiran kita dari semua stuff yang beterbangan dan memperbarui ulang seluruh sistem kita.
  3. Do
    Satu hal yang masih kurang adalah: bagaimana cara kita memilih tindakan yang harus dilakukan ? Bagaimana cara kita memilih satu dari begitu banyak pilihan next actions untuk dikerjakan ? Ada empat kriteria yang bisa kita digunakan (diurutkan mulai dari yang terpenting):

    1. Context: dengan situasi sekarang, apa saja yang bisa kita kerjakan ? Hal ini sesuai dengan pengelompokkan next actions pada tahap Organize.
    2. Time available: dengan waktu yang tersedia, apa yang bisa kita kerjakan ? Contohnya: kalau hanya ada waktu 10 menit, carilah hal-hal yang bisa dikerjakan dalam 10 menit.
    3. Energy available: dengan energi yang tersedia, apa yang bisa dikerjakan ? Contohnya: kalau kita sudah lelah di sore hari, pilihlah hal-hal yang mudah untuk dikerjakan.
    4. Priority: dari pilihan yang tersisa, mana yang paling penting untuk dikerjakan ?

    Empat kriteria ini dijalankan mulai dari kriteria pertama. Misalnya saja ada 100 pilihan next actions, kriteria pertama akan menyempitkannya menjadi 15 pilihan, lalu kriteria kedua menyempitkannya lagi menjadi 6 pilihan, kriteria ketiga menyempitkannya lagi menjadi 3 pilihan, dan kriteria keempat menghasilkan 1 pilihan akhir.

Demikianlah kelima tahap implementasi dari GTD, yaitu collect, process, organize, review dan do. Sekarang terserah pada kita untuk bisa menerapkan GTD semaksimal mungkin !

10.03.06

Konsep Getting Things Done (3)

Kategori Pengembangan Diri - Oleh Donald

Bersambung dari Konsep Getting Things Done (2)

  1. Process
    Setelah semua stuff dikumpulkan, selanjutnya kita harus memproses semua stuff itu satu per satu. Untuk setiap stuff, kita harus mengambil keputusan mengenai apa yang hendak kita lakukan mengenai hal itu dan kemudian meletakkannya di tempat yang sesuai.
    Untuk itu, pertanyaan pertama yang harus diajukan adalah: apakah ada tindakan fisik yang perlu lakukan ? Jika jawabannya tidak, maka ada tiga tempat yang mungkin, yaitu:

    • Trash: untuk hal-hal yang ternyata tidak penting, yang lebih baik langsung kita buang.
    • Someday/maybe: untuk hal-hal yang mungkin akan kita lakukan kalau ada kesempatan di masa depan. Contohnya: berlibur ke Bali.
    • Reference: untuk hal-hal yang sekedar ingin kita simpan sebagai referensi, siapa tahu di masa depan kita membutuhkannya. Contoh: informasi tentang sebuah biro perjalanan.

    Jika jawaban untuk pertanyaan pertama tadi adalah ya (yang berarti ada tindakan fisik yang perlu dilakukan), maka ada lima tempat yang mungkin, yaitu:

    • Projects: untuk hal-hal yang membutuhkan lebih dari satu tindakan fisik. Contoh: renovasi rumah, karena terdiri dari banyak tindakan fisik seperti membersihkan garasi, membeli cat, mengecat dinding, dan sebagainya.
    • Project plans: untuk hal-hal (berupa ide dan informasi) yang mendukung pelaksanaan suatu project.
    • Waiting: untuk hal-hal yang hasilnya sedang kita tunggu dari orang lain. Contoh: laporan hasil penjualan yang sedang dikerjakan orang lain.
    • Calendar: untuk hal-hal yang harus dikerjakan pada suatu waktu tertentu. Contoh: rapat pada hari Senin jam 10 pagi.
    • Next Actions: untuk tindakan fisik yang akan segera kita lakukan begitu kita mempunyai kesempatan tapi tidak terikat pada waktu tertentu. Contoh: menelpon seorang partner.

    Untuk jawaban ya ada satu tambahan aturan lagi, yaitu kalau tindakan itu bisa dilakukan dalam waktu kurang dari dua menit maka lakukanlah sekarang juga !
    Untuk jelasnya Anda bisa melihat gambar berikut:

Bersambung ke Konsep Getting Things Done (4)

« Post sebelumnya