Sisi Gelap Globalisasi

Baru-baru ini saya menonton sebuah film dokumenter berjudul The New Rulers of the World. Film itu mengisahkan tentang sisi gelap globalisasi, khususnya untuk Indonesia. Menarik juga menonton film itu. Selama ini saya selalu berurusan dengan sisi positif globalisasi, seperti yang pernah saya tulis di post Globalisasi 3.0. Globalisasi memang positif karena dengan globalisasi ada banyak peluang baru yang bisa kita peroleh, misalnya saja akses ke sumber daya yang sama seperti yang dimiliki orang-orang di negara maju dan kesempatan untuk bersaing secara langsung di tingkat internasional. Semua kesempatan ini benar-benar membuat saya bersemangat karena ini berarti kita yang tinggal di Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang seperti orang yang tinggal di Amerika atau Inggris.

Meskipun begitu, ternyata globalisasi juga memiliki sisi gelap. Intinya, globalisasi bisa membuat yang kaya menjadi semakin kaya dan yang miskin menjadi semakin miskin. Film yang saya tonton itu menunjukkan dengan jelas sisi gelap globalisasi yang membuat si miskin menjadi semakin miskin. Film itu menjadi semakin membekas karena yang ditinjau adalah negara kita sendiri, Indonesia. Ternyata banyak orang yang justru menjadi korban globalisasi. Dari film itu ada beberapa hal yang saya pelajari:

  1. Kita harus berjuang agar jangan sampai menjadi korban globalisasi
    Kita harus selalu waspada dan merencanakan hidup kita dengan baik. Jangan sampai kita masuk dan terjebak pada sisi gelap globalisasi sehingga kita menjadi korbannya. Menurut saya, cara terbaik untuk mengatasi hal ini adalah dengan meningkatkan kemampuan kita secara terus-menerus sehingga kita menjadi talenta yang berharga tinggi dan dicari banyak orang (lihat post Perburuan Talenta). Dengan cara ini kita bisa menjadi pemenang dalam globalisasi.
  2. Kita jangan sampai menjadi pelaku dari sisi gelap globalisasi
    Kalau kita sudah berhasil mengembangkan diri menjadi pemenang globalisasi, ingatlah untuk tidak menindas dan merugikan orang lain. Jangan sampai setelah menjadi pemenang kita justru membuat yang miskin menjadi semakin miskin. Ironis sekali kalau sampai kita malah menjadi pelaku dari sisi gelap globalisasi.
  3. Kita harus membantu orang lain untuk juga menang dalam globalisasi
    Kita memang harus berjuang untuk menjadi pemenang globalisasi, tapi jangan lupa bahwa ada banyak orang yang justru menjadi korban globalisasi. Kita harus membantu mereka agar juga bisa menjadi pemenang sama seperti kita.

Ketiga pelajaran ini dapat membantu kita untuk mempersiapkan diri dengan baik menghadapi globalisasi. Semoga kita semua menjadi pemenang globalisasi dan membawa orang lain untuk juga menjadi pemenang bersama-sama dengan kita.