22.12.06

Mengapa Amerika Maju ?

Kategori Pengembangan Diri - Oleh admin

Pernah nggak berpikir mengapa Amerika maju ? Saya sempat mengajukan pertanyaan ini ke diri sendiri. Dalam bidang teknologi misalnya, banyak penemuan baru di dunia berasal dari Amerika. Bahkan kalau mau dikhususkan di bidang software dan Internet, mungkin di atas 90% perusahaannya berasal dari Amerika ! Coba perhatikan nama-nama ini: Microsoft, IBM, Google, Yahoo, YouTube, MySpace, Netscape, Oracle … semuanya adalah perusahaan Amerika. Untuk perusahaan software yang besar di luar Amerika saya hanya bisa memikirkan SAP dan Corel.

Semua ini membuat saya penasaran. Masalahnya, secara intelektual saya pikir Amerika tidak unggul. Dalam olimpiade ilmiah misalnya, tidak terdengar mereka menjadi juara dunia. Yang merajai adalah Cina atau negara-negara Eropa Timur (dan belakangan juga Indonesia tentunya :) ). Dalam buku The World is Flat banyak ditulis bagaimana anak-anak di Amerika pendidikannya tertinggal dibandingkan banyak negara lain. Orang-orang Asia bekerja lebih keras dan seringkali mempunyai prestasi lebih tinggi dari orang Amerika. Dengan keadaan seperti itu bagaimana mereka bisa begitu menonjol di dunia ?

Jawaban untuk ini tersirat di dalam The World is Flat dan saya pikir inilah kuncinya:

Amerika adalah mesin mimpi terbesar di dunia

Apa yang dimaksud dengan “mesin mimpi” ? Ini dia:

  1. Setiap orang bebas memiliki mimpinya sendiri-sendiri
    Ini adalah keunggulan dari negara yang bebas seperti Amerika. Setiap orang bisa memiliki mimpinya sendiri-sendiri tanpa dibatasi oleh sistem politik, sosial, dan lain-lain. Di banyak negara lain hal ini tidak terjadi. Ada saja peraturan yang membatasi mimpi mereka. Inilah salah satu keunggulan Amerika dari Cina yang menerapkan sistem komunis. Di Cina masih banyak peraturan yang membatasi, khususnya kalau bersentuhan dengan politik. Terus terang saja, saya sama sekali tidak percaya Cina akan bisa menjadi kekuatan ekonomi terbesar dunia selama mereka masih menerapkan sistem komunis seperti sekarang.
  2. Setiap orang didorong untuk mewujudkan mimpinya
    Mungkin semua orang bisa mempunyai mimpinya sendiri-sendiri, tapi untuk mewujudkan mimpi pasti tidak mudah mengingat risiko yang diambil. Nah, di Amerika orang-orang didorong untuk mewujudkan mimpinya. Dengan cara apa ? Yaitu dengan tersedianya insentif finansial yang sangat besar kalau mereka berhasil mewujudkan mimpinya. Insentif ini terutama dalam bentuk IPO (initial public offering) di pasar saham dan akuisisi dari perusahaan yang lebih besar. Insentif IPO inilah yang menjadikan Sergey Brin dan Larry Page dari Google masuk daftar orang terkaya dunia dalam usia masih 30-an tahun. Dan insentif akuisisilah yang membuat orang-orang YouTube kebanjiran uang setelah dibeli Google.
    Satu hal lagi yang juga membantu adalah kenyataan bahwa di Amerika setiap orang menerima imbalan sesuai dengan kemampuan dan kontribusi masing-masing (sistem meritokrasi). Ini berbeda dengan keadaan di kerajaan-kerajaan kaya minyak di mana para bangsawannya menjadi kaya raya semata-mata karena faktor keturunan
  3. Setiap orang dibantu untuk mewujudkan mimpinya
    Amerika memiliki sistem yang bagus untuk membantu orang mewujudkan mimpi mereka menjadi kenyataan. Yang pertama adalah dari segi hukum, di mana sangat mudah untuk mendirikan maupun menutup perusahaan. Akibatnya orang-orang tidak bimbang untuk memulai perusahaan baru. Yang kedua – dan ini mungkin paling menentukan – adalah tersedianya dana secara besar-besaran bagi orang-orang “gila” melalui venture capital (VC). Karena banyak mimpi membutuhkan dana tidak sedikit untuk diwujudkan, VC inilah yang memungkinkan mimpi-mimpi tersebut menjadi kenyataan. Para venture capitalist di Amerika memiliki sistem yang sangat handal untuk memilih dan memoles ide yang berprospek untuk didukung.

Dari sini tidak heran kalau banyak ide gila muncul dan berkembang di Amerika dan bukannya di negara lain. Mungkin banyak hal lain di Amerika mudah ditiru, tapi saya yakin akan sangat sulit untuk meniru “mesin mimpi” ini. Meskipun begitu, siapa tahu Indonesia suatu saat juga bisa menjadi mesin mimpi. Bagaimana, mungkin tidak Indonesia menjadi mesin mimpi ?

13 Komentar »

  1. gendi said,

    April 19, 2008 at 6:39 pm

    setau saya kurikulum pendidikan amerika tidak mendidik anak untuk menjadi jago dalam hal keilmuan / teori. tapi bagaimana menjadi kreatif dan inovatif (mimpi) dan aplikatif (mewujudkan mimpi) dalam hidup dan bekerja. ini juga diterapkan oleh negara-negara maju lainnya, contohnya yang dekat adalah Singapura. sekarang banyak sekolah bertaraf internasional di indonesia yang mengadopsi sistem / kurikulum dan cara belajar seperti itu, yang kasarnya, juga mengajarkan praktek, bukan hanya teori.

  2. gendi said,

    April 19, 2008 at 6:42 pm

    mungkin secara teori mereka tidak lebih baik, namun mereka tahu bagaimana teori bisa menjadi benar. ada research, observasi, dsb. waktu sekolah memang tak terasa, sepertinya mereka tidak lebih pintar karena tak tahu teori. tapi pada waktu bekerja nanti, di dunia praktek, akan terlihat mereka lebih bisa menyesuaikan diri, lebih kreatif, inovatif, dan mampu bertahan.

  3. vans said,

    May 6, 2008 at 8:28 pm

    Yang saya tahu di amerika kehidupan nya cukup keras,, yang memotivasi mereka maju salah satunya adalah “bagaimana mereka bisa bertahan hidup”. Dengan demikian mereka terdorong untuk lebih giat bekerja, terus kreatif, dan tidak pernah menyerah sebelum tercapai. Orang Amrik tidak mau dikasihani, mereka merasa tersinggung jika seseorang memberi sesuatu tanpa alasan.

  4. Mohaba said,

    May 11, 2008 at 1:38 am

    Oh, apakah mereka adalah masyarakat Amerika Asli atau bukan ?
    (bukan Indian-nya, tapi Warga negara Amerika bener ?
    Seperti Einstein, banyak Ilmuwan Import yang ada disana…

    (Bukannya Nasionalisme kurang, Yah daripada di Indonesia ngga ada Alat terus ngganggur,
    Mending dibayar mahal dan bisa bekerja….:-) )

    Bagaimana Nasionalisme dari pemerintah sendiri menanggapi ?

  5. chairul said,

    May 11, 2008 at 1:55 pm

    Dari beberapa biografi dan otobiografi tentang orang-orang Amerika yang sukses, mereka mempunyai impian yang sangat kuat dan tak tergoyahkan. Yang lebih unik adalah mereka-mereka yang sukses tersebut selalu berfikir diluar bingakai pikiran umum atau tidak logis. sehingga apa yang mereka lakukan adalah sangat tidak logis menurut ukuran orang rata-rata. (ada pepatah yang mengatakan bahwa “SUKSES adalah tidak logis”). sebagai gambaran, Logikannya orang bekerja adalah dari jam 8:00 pagi hingga jam 17:00. Kalau kita lakukan terus-menerus maka dijamin tidak akan sukses (hanya tidak dipecat). Tetapi jika orang yang melakukan kerja jam 6:00 pagi hingga Jam 02: pagi lagi, dan dengan impian yang tidak logis maka kemungkinan sukses akan tercapai.

  6. soul_master said,

    May 12, 2008 at 8:30 pm

    Mungkin … jika rakyat Indonesia sudah merdeka, sekarang sudah mulai muncul koq orang2 Indonesia yang merdeka yg berani mewujudkan mimpi2 mereka … cuma masalahnya orang kita cenderung suka nyalahin orang lain tanpa pernah mau melihat apa yang sebenarnya dia lakukan :) , coba aja simak obrolan orang kita pas nyalahin orang lain trus tanya jadi apa yang akan anda lakukan ?

  7. dicky said,

    May 28, 2008 at 7:42 pm

    pendidikan di amerika boleh saja tertinggal dibanding banyak negara lain di dunia. tapi fakta membuktikan sejak beratus ratus tahun lalu amerika adalah negara super power. meskipun pendidikan disana teringgal dan juga amerika adalah mesin mimpi terbesar di dunia. karena orang amerika suka bermimpi bahkan mimpi yang paling gila sekalipun. maka kebanyakan anak muda amerika berani untuk drop out dari pendidikan formalnya dan memilih untuk mulai mewujudkan mimpinya menjadi kenyataan. makanya tidaklah heran amerika disebut juga the dream country alias negeri impian. banyak film film amerika yang menjadi legenda di planet ini. bahkan sampai ada yang menyebut bangsa amerika adalah bangsa drop out ( the drop out nation ) tapi juga the dream country ( negeri impian ). the united states is the drop out nation but the dream cuntry. amerika adalah bangsa drop out tetapi negeri impian. amerika mempunyai sistem yang bagus dalam membantu orang mewujudkan mimpi mimpinya. kayak pidatonya larry ellison. drop out dari kuliah dan mulailah mewujudkan mimpimu.

  8. ratna santi said,

    June 20, 2008 at 10:28 am

    indonesia g’ kalah koq sama amerika, sekarang generasi madanya tidak cuma bermimpi tapi sudah mulai melangkah walaupun hanya selangkaah saja.karena perubahan tidak datang secara tiba – tiba tapi secara bertahap.semangat generasi muda indonesia.

  9. surahman said,

    July 17, 2008 at 10:32 am

    saya berfikir langkanya adalah agar indonesia maju seperti amerika:
    Pertama, Rubah pola fikir generasi I dengan memberikan paradigma yang benar tentang apa itu belajar (kreatif, inovatif) yang tidak meninggalkan nilai2 (kejujuran, komitmen, pekerja keras, pantang menyerah kepemimpinan dll) yangmana agama sebagai pengikat nilai itu semua.
    Kedua, sekolahkan generasi II keseluruh negara maju yang berbasis teknik (beri beasiswa) dan minimallisir bidang sosial (sudah terlalu banyak).
    ketiga, bantu mereka mereka untuk explor hasrat (setelah pulang belajar) mereka untuk mengembangkan apa yang mereka pelajari yang notabennya tugas pemerintah.

    MIMPI INDONESIA TELAH DIDEPAN MATA…..GO INDONESIA :)
    .

  10. kris said,

    September 1, 2008 at 8:11 pm

    saya memimpikan indonesia berkembang dengan cepat dan pesat
    tidak ada korub ,dan memungkinkan pihak indonesia membuat acara tentang ilmu teknologi di indonesia dan memperkenalkan semua penemuan baru kepada dunia .

  11. dede lukman hakim said,

    October 11, 2008 at 2:03 pm

    wah wah kaya yang Rme ngobrol abaut negara maju.tapi knapn y negRi kita tk melaju pezat?. padahal ada penghuninya!!!!!. yang pertama; penghuni indonesia tidak secara optimal menfaatkan SDA indonesia,padahal SDA kita terBESAR setelah negara Arab.yang kedua; kurangnya SDM. nah pakta ini bisa terwujud bilamana daya manusianya diolah dengan benar nan baik.salah satu pRoses untuk menuju yang lebih baik yaitu hanya belajar,belajar dan belajar.dengan belajar kita bisa menjelajahi dunia dan bisa hidup tenang diakherat kelak.karana dlm pRoses belajar dapat melakukan reset,obserpasi etc.ingat!belajar dalam arti luaS!..yang ketiga; negara kita terlalu enak maen politik sehingga rakyat indonesia dininabobokan dengan arus dan aplikatif politik.hayuh beh saling salah!,akhirnya rasa dendam saling membara.hanya mementingkan kelompok dan hanya jual lambang(janji) wah udah diatas mah gk bakal ingat yg dbawah aplgi sekrng m pemilu,hanya menarik simpati rakyat doang denagn berbagai cara dilakukan untk membli suara partai.meningan uang y dipke pakir miskin.yang lbh parah y lg, sebagain parpol menjual agama sebagai simbol saja.ingat agama itu suci dan politik sangt jauh nilainya dengn agama.ingat AGAMA ADALAH PAYUNGNYA POLITIK BUKAN POLITIK PAYUNGNYA AGAMA!.mf terlalu pnjang y!sbnranya msh banyk unk mewujudkan perubahan. contak me.deluk_wf@yahoo.co.id

  12. Jerry said,

    January 21, 2009 at 11:31 am

    wuih,.. setuju banget tuh ama sistem itu,.. dulu pernah ada yg bilang, apapun ide kamu, kalo kamu ga bisa ngewujudin, sama aja boong,..
    (sbnrnya banyak banget entepreneur2 indo, sayangnya ga ada investor yang serius invest)
    dijamin deh pengangguran d Indo bakal hilang kalau gitu caranya. gess,.. no wonder they win all the idea and rule the world :D

    saya pernah lihat buku pelajaran highschool amerika, bener2 cara yang tepat bagi perkembangan otak anak umur tsb,…
    di satu mata pelajaran, teori dibahas sesederhana mungkin, lalu ada visual berwarna, dan ada praktiknya langsung…
    kalau di Indo,kbanyakan buku tuh detailnya sangat penuhhhhh sekali, sampai-sampai isi yang dibuat tuh tidak jelas kayak gado-gado,dan lebih parahnya lagi ,.. gurunya juga cuma ngomel2 liat anak2nya ribut :D hahaha kita disuruh telan semua teori tanpa mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari. saya yakin sesudah libur atau naik kelas, atau sudah kuliah, pasti lupa pelajaran-pelajaran di SMP/SMA dulu.

    parahnya lagi , di perkuliahan pun begitu, jarang sekali ada mahasiswa yang dewasa, belajar saat istirahat di taman spt d luar, kalau di sini, k Cafe, ngegosip, atau maen kartu…ujung-ujungnya memang Indonesia menghasilkan calon pekerja saja,..

  13. Mashoni said,

    March 17, 2010 at 1:24 am

    saya pikir sulit sekaLI kalau indonesia harus mencontoh negara amerika di tambah dengan kebebasan yang ada di indonesia yang tak jelas arah arti kebebasan itu,

Tulis Komentar