30.12.04
Kategori Pengembangan Diri - Oleh Donald
Saya mendapatkan paradigma baru dari buku Accelerated Learning for the 21st Century, yaitu bahwa setiap kita sebenarnya adalah bos dari perusahaan kita sendiri. Kalau pun saat ini kita bekerja di suatu perusahaan, kita sebenarnya bukanlah karyawan dari perusahaan itu. Justru perusahaan itulah yang sebenarnya merupakan client/customer kita !
Paradigma ini membukakan hal-hal yang baru. Mental kebergantungan kepada orang lain sudah bukan jamannya lagi. Kita sendirilah yang bertanggungjawab untuk mengembangkan perusahaan pribadi kita. Kita harus berusaha menjual produknya kepada banyak customer dan terus mengembangkan perusahaan. Dan, berkaitan dengan posting saya sebelumnya, idealnya kita tentu harus menjadi perusahaan yang visioner ! Dan itu tidak mudah.
Nah, sekarang saya melihat diri saya sendiri. Ternyata saat ini saya hanya punya satu customer, yaitu tempat saya bekerja sekarang. Apakah sehat kalau suatu perusahaan hanya punya satu customer ? Tentu saja tidak ! Sangat aneh dan bahkan tidak masuk akal kalau suatu perusahaan hanya punya satu customer. Karena itu, tahun depan sepertinya saya harus bergerak mencari customer-customer baru. Tentu saja customer yang ada sekarang tetap harus dilayani dengan baik karena customer satisfaction itu penting, tapi saya juga harus bergerak mencari customer baru untuk mengembangkan perusahaan. Bukankah seharusnya demikian ?
Link permanen
27.12.04
Kategori Lain-lain - Oleh Donald
Saya barusan baca-baca buku Built to Last. Bagus banget ! Isinya tentang kebiasaan-kebiasaan sukses dari perusahaan visioner. Perusahaan visioner di sini adalah perusahaan yang jadi icon di bidangnya masing-masing, memiliki kinerja yang mengagumkan, sudah berusia minimal lima puluh tahun, dan memberikan dampak besar bagi kehidupan banyak orang.
Yang hebat adalah prinsip-prinsip yang dikemukakan di buku ini. Rasanya prinsip-prinsip tersebut sangat tepat dan langsung mengenai sasaran ! Maklum, ini hasil penelitian selama enam tahun di Stanford ! Luar biasa. Hasil penelitian besar selama enam tahun yang disarikan menjadi sebuah buku !
Penelitian mereka ini bertujuan menemukan prinsip-prinsip abadi yang membedakan perusahaan visioner dari perusahaan-perusahaan lainnya. Dan saya katakan, penelitian mereka sangat berhasil. Membaca prinsip dan contoh-contoh yang dikemukakan rasanya sangat membuka mata.
Nah, habis baca-baca tadi saya coba merenungkan keadaan di tempat saya bekerja sekarang. Rupanya kantor saya ini sama sekali bukan perusahaan visioner
Prinsip-prinsip perusahaan visioner sama sekali tidak dimiliki.
Contohnya, perusahaan visioner memiliki ideologi inti yang sangat kuat. Ideologi inti inilah yang menjadi tenaga penggerak utama bagi perusahaan visioner. Di tempat saya ? Well, sama sekali tidak pernah dibicarakan mengenai ideologi inti, visi-misi, dan sejenisnya.
Contoh lainnya, bagi perusahaan visioner meraih laba sebesar-besarnya bukanlah tujuan utama. Seperti kata David Packard (pendiri HP): “Laba bukanlah tujuan akhir, melainkan sarana untuk mencapai tujuan akhir.” Mereka punya tujuan-tujuan lain yang lebih mulia seperti “memberikan kebahagiaan kepada jutaan manusia” (Disney). Di tempat saya ? Well, tujuan utamanya adalah maksimisasi laba. Jelas sekali. Ini tercermin dari berbagai tindakan dan kebijakan yang diambil. Sama sekali tidak ada pembicaraan mengenai “tujuan lain yang lebih mulia”.
Jadi, seperti saya katakan tadi, tempat saya ini rupanya memang bukan perusahaan visioner 
Link permanen
20.12.04
Kategori Pengembangan Diri - Oleh Donald
Kalau dipikir-pikir, perjalanan seseorang belajar komputer itu mirip seperti dunia persilatan. Ibaratnya, saat kita kuliah Informatika itu sama seperti seseorang yang sedang belajar kungfu di kuil Dairin (kuil di komik Kungfu Boy
). Tapi itu belum apa-apa. Lulus kuliah Informatika itu seperti seseorang yang baru menyelesaikan tahap awal belajar kungfu di kuil Dairin. Setelah itu, ia harus berkelana menimbah ilmu dari banyak guru. Kalau dulu di kuil ia mungkin murid yang paling berbakat, sekarang ia akan sadar bahwa di luar sana ternyata banyak pendekar yang jauh lebih hebat. Nah, ia harus merendahkan dirinya untuk belajar dari banyak orang.
Di dunia komputer, menurut saya, salah satu tempat yang terbaik untuk belajar dari para pendekar adalah di milis. Di milis A kita akan belajar dari pendekar-pendekar yang paling jago ilmu A, dan di milis B kita akan belajar dari pendekar-pendekar yang paling jago ilmu B. Ini seperti di dunia persilatan di mana ada pendekar-pendekar tertentu yang paling jago ilmu pedang, dan ada pendekar-pendekar lainnya yang paling jago ilmu tombak. Kita bisa belajar dari keduanya.
Nah, di milis itu kita bisa belajar, berlatih, dan mengadu ilmu dengan pendekar-pendekar lainnya. Memang awalnya kita bukan apa-apa, namun kalau kita terus tekun belajar dan berlatih, niscaya ilmu kita akan meningkat sehingga kita bisa menjadi salah satu pendekar utama di bidang itu.
Cara lainnya untuk belajar dari para guru adalah dengan membaca tulisan-tulisan mereka. Tulisan-tulisan ini bisa berupa buku, artikel, atau - yang sekarang sedang naik daun - berupa blog. Dari tulisan-tulisan ini kita bisa belajar bagaimana cara mereka berpikir dan berkarya. Bahkan kita juga bisa belajar mengenai hal-hal lainnya seperti bagaimana caranya mereka sendiri belajar dan berlatih.
Singkatnya, belajar komputer adalah suatu perjalanan yang panjang seperti seseorang yang sedang terjun di dunia persilatan. Namun, kalau kita tekun belajar dan berlatih serta selalu mau merendahkan diri untuk belajar dari orang lain, pada akhirnya kita pasti akan menjadi seorang pendekar yang kenamaan !
Link permanen
05.12.04
Kategori Pengembangan Diri - Oleh Donald
Saya nih termasuk orang yang ngefans berat dengan Pixar (perusahaan pembuat film animasi Hollywood). Menurut saya, mereka itu luar biasa ! Kalau mereka membuat film, wow, sangat memukau dan hebat ! Misalnya saja film Finding Nemo. Saya sangat suka film itu. Kalau dilihat dari sisi teknologinya, membuat film seperti itu luar biasa sulitnya. Namun toh, mereka berhasil membuatnya dengan detail dan ketelitian yang mengagumkan. Belum lagi penggambaran karakternya yang benar-benar hidup. Belum lagi jalan ceritanya yang mengesankan. Belum lagi … belum lagi … ya, nggak ada habis-habisnya
Menurut saya, Pixar merupakan salah satu contoh nyata dari spirit of excellence. Spirit of excellence berarti mereka benar-benar mengerjakan segala sesuatunya dengan standar yang sangat tinggi, harus perfect dan excellent, tidak boleh ada celah sedikit pun ! Inilah sesuatu yang seringkali saya lihat pada para pembuat film Hollywood. Kata kuncinya adalah the best, only the best, and nothing but the best.
Seharusnya kita semua mempunyai spirit of excellence. Kalau saja kita mempunyainya, wow, hal-hal luar biasa pasti akan terjadi !
Link permanen