28.06.05
Kategori Lain-lain - Oleh admin
Blog ini sedang mengalami proses pemindahan dari Blogger ke WordPress. Karena itu, untuk sementara sebagian fungsi dari blog ini belum bisa berjalan dengan sempurna. Secara bertahap fungsi-fungsi tersebut akan dikembalikan lagi seperti semula, tentunya dengan tambahan berbagai kemampuan baru yang tidak tersedia sebelumnya.
Lalu, mengapa pindah program ? Ya … ada kisah tersendiri untuk ini
Saya akan menuliskannya secara lengkap nanti.
Link permanen
24.06.05
Kategori Pengembangan Diri - Oleh admin
Bersambung dari Steve Jobs: Pelajaran Kehidupan (1)
Dalam pidatonya itu, Steve Jobs menguraikan pelajaran-pelajaran kehidupan yang diperolehnya, yang memungkinkannya menjadi seperti sekarang ini.
Pidato itu terdiri dari tiga cerita. Cerita pertama berjudul menghubungkan titik-titik (connecting the dots). Pada bagian ini ia bercerita mengenai latar belakang keluarganya, keputusannya untuk drop out, dan bagaimana keputusan untuk drop out itu akhirnya justru membawa berkah bagi kehidupannya. Hikmahnya, titik-titik dalam kehidupan ini pada akhirnya akan membuat garis yang jelas, asalkan kita terus berjalan mengikuti intuisi kita dan percaya. Pada awalnya memang garis itu belum terlihat, namun kita harus percaya dari awal bahwa suatu saat titik-titik itu akan saling terhubung membentuk garis yang jelas.
Cerita kedua berjudul cinta dan kehilangan (love and loss). Di sini ia bercerita mengenai pentingnya melakukan pekerjaan yang kita cintai. Ia mengisahkan pengalamannya mendirikan Apple Computer yang diawali dari sebuah garasi, sampai akhirnya berkembang menjadi perusahaan multimilyar dolar. Ia juga bercerita mengenai saat ia dipecat dari perusahaannya sendiri, suatu kehilangan yang besar dalam hidupnya. Namun untunglah ia mencintai apa yang ia kerjakan, dan inilah yang membantunya bangkit kembali bahkan menjadi lebih dari sebelumnya. Di sini sangat ditekankan pentingnya mencintai apa yang kita kerjakan. Bila belum menemukan apa yang kita cintai, teruslah mencari. Jangan berhenti sebelum menemukannya.
Cerita ketiga berjudul kematian (death). Di sini diceritakan bagaimana tiap-tiap pagi ia bertanya pada dirinya sendiri, “Kalau hari ini adalah hari terakhir dalam hidup saya, apakah saya akan melakukan apa yang hendak saya lakukan hari ini ?†Ia mengatakan bahwa mengingat bahwa kita akan mati merupakan cara terbaik untuk mengambil keputusan-keputusan penting dalam hidup. Mengapa ? Karena segala penghalang seperti kebanggaan pribadi, ketakutan akan kegagalan dan rasa malu, akan sirna di hadapan kematian. Yang akhirnya tersisa hanyalah apa yang memang benar-benar penting dalam hidup. Tidak ada lagi keraguan untuk mengikuti suara hati kita.
Pidato ini ditutupnya dengan sebuah ungkapan: Stay hungry. Stay foolish. Tetaplah merasa lapar. Tetaplah merasa bodoh. Jangan pernah berpuas diri, kembangkanlah dirimu terus menerus.
Begitulah. Bagi saya pidato ini sangat mengesankan. Daripada hanya membaca ringkasannya di post ini, saya menyarankan Anda membaca transkrip pidato tersebut secara lengkap. Transkrip pidato tersebut dapat diperoleh di sini, sedangkan versi audionya dapat diperoleh di sini.
Link permanen
22.06.05
Kategori Pengembangan Diri - Oleh admin
Sekarang ada tokoh baru yang menjadi favorit saya … Steve Jobs. Inilah dia CEO dari Apple Computer dan Pixar Animation Studios. Kurang apa lagi ? Apple Computer dan Pixar Animation Studios. Dua-duanya perusahaan yang high-profile dan menjadi trendsetter. Apple menjadi trendsetter melalui produk-produk seperti iMac, iPod, dan iTunes, sedangkan Pixar menjadi trendsetter melalui film-film animasi seperti Finding Nemo dan The Incredibles. Singkatnya, Steve Jobs merupakan orang yang sangat berpengaruh dalam gaya hidup digital.
Namun, yang membuat saya kagum adalah … kepribadiannya. Sebenarnya saya sudah lama mendengar orang-orang berbicara tentang Steve Jobs, tapi saya baru benar-benar menyadari hal ini setelah membaca transkrip pidato Steve Jobs di acara wisuda Stanford baru-baru ini. Menurut saya pidatonya itu … mengagumkan. Pidato itu berisi pelajaran-pelajaran kehidupan yang sangat mendalam. Saya sendiri sampai terkesima saat membacanya. Berkali-kali saya berhenti membaca karena tertegun dengan apa yang baru saja saya baca.
Inilah dia pengalaman dari seseorang yang telah merasakan asam garamnya kehidupan. Seseorang yang merupakan anak adopsi, dari keluarga kurang mampu, drop-out dari kuliah, memulai dari nol, dan meniti jalan sampai ke puncak. Setelah sampai di puncak, ia mengalami dipecat dari perusahaan yang didirikannya sendiri. Impian hatinya hancur, dan ia pun jatuh kembali ke bawah, kembali ke nol. Untunglah ia bangkit, dan kejadian buruk ini justru memungkinkan ia melakukan banyak hal-hal besar. Akhirnya ia naik lagi ke puncak yang lebih tinggi, dan menjadi salah satu bintang paling cemerlang seperti sekarang ini.
Bersambung ke Steve Jobs: Pelajaran Kehidupan (2)
Link permanen
18.06.05
Kategori Tips Produktivitas - Oleh admin
Belakangan ini telah muncul browser-browser yang mendukung penggunaan tab. Artinya, dalam satu window browser kita bisa membuka banyak situs sekaligus dalam bentuk tab. Kalau dulu kita mau membuka lima situs misalnya, maka kita harus membukanya dalam lima window yang berbeda. Nah, sekarang dengan menggunakan tab, kelima situs tersebut bisa dibuka hanya dalam satu window yang terdiri dari lima tab. Ini memberikan kenyamanan tersendiri bagi para pengguna Internet. Browsing dengan menggunakan tab-tab ini dikenal dengan istilah tabbed browsing.
Browser yang mendukung tabbed browsing saat ini ada beberapa, di antaranya adalah Firefox, Opera, dan Safari. Ironisnya, browser yang paling banyak digunakan – yaitu Internet Explorer – justru belum mendukung fitur ini. Baru pada versi berikutnya (versi 7) IE akan memiliki fitur ini.
Tabbed browsing menjanjikan banyak keuntungan. Salah satunya adalah penggunaan bookmark folder. Di Firefox misalnya, situs-situs yang sering dikunjungi bisa dimasukkan dalam satu folder di menu Bookmark. Sebenarnya ini juga bisa dilakukan di IE, tapi yang menarik (dan hal ini tidak bisa dilakukan di IE) adalah: kalau lain kali kita membutuhkan situs-situs dalam folder tersebut, maka semua situs tersebut akan dapat langsung dibuka secara sekaligus ! Di Firefox hal ini bisa dilakukan dengan memilih menu Bookmark, lalu klik kanan pada bookmark folder yang dimaksud, dan pilih menu Open in Tabs. Hasilnya … simsalabim … semua situs dalam folder tersebut akan langsung dibuka dalam tab-tab !
Cara ini sangat efisien dipakai untuk mengawali hari. Saya misalnya, memiliki bookmark folder bernama Startup yang berisi situs-situs “wajib†yang hendak saya kunjungi di awal hari. Setiap hari, saya tinggal menjalankan browser dan membuka bookmark folder tersebut. Otomatis, semua situs yang hendak dikunjungi akan terbuka dan saya bisa langsung beraktivitas. Dengan cara ini, saya tidak perlu lagi repot-repot membuka semua situs tersebut satu per satu. Selain itu, juga tidak mungkin ada situs yang terlewat karena kelupaan.
Link permanen
15.06.05
Kategori Trend IT - Oleh admin
Baru-baru ini saya membaca suatu istilah unik yang belum pernah saya dengar sebelumnya: Google-fu. Orang yang menulis itu mengatakan (terjemahan bebas) : “Ya, saya senang sekali kalau banyak orang mengajukan pertanyaan ke saya. Saya sebenarnya tidak ahli dalam hal-hal itu, tapi dengan begitu saya jadi punya kesempatan untuk membuktikan Google-fu saya.â€
Wah, wah, rupanya istilah Google-fu di sini adalah plesetan dari istilah kungfu ! Yang dimaksud dengan Google-fu adalah kemampuan menggunakan Google untuk mencari jawaban berbagai pertanyaan yang tidak kita ketahui. “Jurus-jurus†penggunaan Google diumpamakan seperti jurus-jurus dalam ilmu kungfu ! Orang yang canggih “jurus†Google-nya akan bisa menemukan informasi yang tidak bisa ditemukan oleh orang lain.
Membaca istilah ini saya jadi sadar … ilmu menggunakan Google memang ilmu yang penting. Orang yang mahir menggunakan Google akan jauh lebih efektif dibandingkan dengan orang yang hanya menggunakan Google secara biasa-biasa. Kemampuan memilih keyword yang tepat, dikombinasi dengan operator dan servis Google yang tepat, membuat kita jadi mampu menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang sangat sulit sekalipun. Orang yang Google-fu-nya tinggi bisa menemukan informasi yang dibutuhkannya secara cepat dan tepat. Tidak heran kalau seseorang pernah berkata, “Google sudah seperti perpanjangan otak saya saja !â€.
Di jaman gaya hidup digital ini, saya rasa, Google-fu adalah ilmu yang wajib dipelajari. Saya sendiri rindu terus meningkatkan Google-fu saya !
Link permanen
12.06.05
Kategori Tips Produktivitas - Oleh admin
Anda memiliki koleksi foto-foto digital ? Kalau begitu ada satu software yang wajib Anda miliki: Picasa ! Picasa adalah software pengelola foto digital yang dikeluarkan oleh Google. Bagi Anda yang sering menggunakan kamera digital dan memiliki ratusan bahkan ribuan foto (hal yang umum terjadi dalam gaya hidup digital), Picasa akan sangat memanjakan Anda.
Fungsi utama foto adalah membangkitkan kembali kenangan Anda akan saat-saat berkesan di masa lalu. Nah, Picasa dirancang untuk memaksimalkan pengalaman Anda ini. Dalam Picasa, setiap foto dikelompokkan dalam album-album yang diurutkan berdasarkan tanggal. Jadi Anda bisa dengan mudah memilih album perjalanan wisata Anda tahun lalu misalnya.
Di dalam setiap album, Anda bisa membuat slideshow untuk menampilkan foto-foto yang ada secara bergantian dalam ukuran satu layar penuh. Jadi Anda tinggal duduk santai menikmati kenangan Anda sementara slideshow berjalan secara otomatis. Kalau ada foto-foto tertentu yang berkesan, Anda dapat menandainya sehingga lain kali foto-foto tersebut dapat ditemukan kembali dengan mudah.
Masih banyak lagi kemampuan Picasa yang lain. Misalnya saja, Picasa dapat membantu Anda untuk memperbaiki kualitas foto. Dengan Picasa, Anda dapat memperbaiki pencahayaan dan pewarnaan foto, serta memberikan efek-efek khusus seperti blur dan sharpen.
Selain itu, Picasa juga dapat membantu Anda untuk berbagi kenangan dengan orang lain. Dengan Picasa, Anda dapat membuat gift CD, yaitu CD khusus berisi foto-foto yang Anda pilih. CD tersebut dapat dilengkapi dengan aplikasi slideshow sehingga setiap orang yang menerimanya dapat langsung menikmati foto-foto di dalamnya dalam bentuk slideshow.
Nah, dengan segudang kemampuan itu, tunggu apa lagi ?
Link permanen
08.06.05
Kategori Pencarian Informasi - Oleh admin
Saat ini blog telah menjadi sebuah fenomena, menjadi bagian yang tak terpisahkan dari gaya hidup digital. Makin banyak orang, dan bahkan juga perusahaan, yang membuat blog. Karena itu, ada istilah baru yang dimunculkan untuk menggambarkan dunia blog yang sangat besar ini, yaitu blogosphere.
Jumlah blog yang sangat besar menimbulkan kesulitan tersendiri, yaitu makin sulitnya menemukan halaman-halaman blog yang sesuai dengan keinginan kita. Memang kita bisa menggunakan search engine seperti Google, tapi pesatnya perkembangan blogosphere menyebabkan search engine seperti Google pun tidak mampu mengindeks blog-blog yang ada secara lengkap. Di samping itu, hasil pencarian di Google tidak bisa dikhususkan hanya berupa blog. Hasil pencariannya pasti akan tercampur dengan halaman-halaman lain yang bukan blog. Singkatnya, search engine biasa tidak bisa sepenuhnya membantu kita di blogosphere !
Untunglah, ada solusi lain yang bisa membantu kita, yaitu search engine khusus blog. Tidak seperti search engine umum, search engine ini benar-benar dikhususkan untuk blogosphere. Karena itu, halaman-halaman blog yang diindeks jauh lebih lengkap dan lebih up-to-date dibandingkan search engine umum. Hasil pencariannya pun dipastikan semua berupa blog, tidak akan tercampur dengan halaman-halaman lain yang bukan blog. Search engine khusus blog ini ada beberapa, di antaranya Technorati, BlogPulse dan Blogdex. Yang pasti, inilah senjata kita untuk tidak tersesat di blogosphere !
Link permanen
06.06.05
Kategori Pengembangan Diri - Oleh admin
Menyambung dua post sebelumnya (yang berjudul Oh, Indonesia … dan Start Sama, Akhir Beda), apa sebenarnya kunci semua ini ? Apa sebenarnya yang menyebabkan suatu bangsa bisa maju sementara bangsa lainnya tertinggal di belakang ?
Dalam menjawab pertanyaan ini, saya jadi teringat sebuah email yang pernah saya terima beberapa waktu yang lalu. Di situ juga dicari apa sebenarnya faktor yang menentukan maju tidaknya suatu bangsa.
Faktor itu bukanlah umur. Yunani misalnya, sudah berumur ribuan tahun, namun saat ini tidak termasuk bangsa yang menonjol. Faktor itu juga bukan kondisi alam. Jepang misalnya, wilayahnya sebagian besar pegunungan. Hal ini sebenarnya menyulitkan pemberdayaannya secara ekonomi. Namun demikian, terbukti Jepang sangat unggul secara ekonomi.
Lalu, apa kunci sebenarnya ? Apa kunci yang menentukan maju tidaknya suatu bangsa ?
Inilah kuncinya: attitude ! Yang menentukan maju tidaknya suatu bangsa adalah attitude orang-orangnya !
Suatu bangsa maju karena orang-orangnya memiliki attitude yang unggul:
- Visioner
- Tekun
- Bekerja keras
- Disiplin
- Pantang menyerah
- Tidak mudah puas
- Berintegritas
Kalau suatu bangsa memiliki attitude yang unggul seperti ini, niscaya bangsa itu pun akan menjadi bangsa yang unggul.
Lalu, bagaimana dengan kita ? Apa yang bisa kita lakukan ?
Tidak perlu melihat orang lain, mulailah dari diri kita sendiri. Kembangkanlah attitude yang unggul dalam diri kita masing-masing !
Link permanen
05.06.05
Kategori Pengembangan Diri - Oleh admin
Menyambung post sebelumnya yang berjudul Oh, Indonesia … , saya jadi teringat pada Jepang. Indonesia dan Jepang memulai pada kondisi yang kira-kira sama. Pada tahun 1945 Indonesia baru saja merdeka, lepas dari penjajahan, dan mulai dari nol. Pada tahun yang sama, Jepang kalah perang melawan sekutu, kota-kota dan industrinya hancur, moral rakyat runtuh, dan mereka harus membayar pampasan perang yang besar sekali pada sekutu. Singkatnya, pada tahun 1945 baik Indonesia maupun Jepang sama-sama mulai dari nol.
Tapi, dengan start yang sama seperti itu, apa yang terjadi beberapa puluh tahun kemudian ? Alangkah jauhnya perbedaannya ! Pada awal tahun 1980-an industri Jepang sudah begitu mengancam Amerika sampai-sampai Amerika terpaksa mereformasi dirinya secara besar-besaran ! (Era ini di Amerika ditandai dengan munculnya buku-buku seperti In Search of Excellence). Indonesia ? Jauh tertinggal di belakang. Sekarang ini, menurut data terbaru Bank Dunia, Jepang berada di peringkat 2 GDP (hanya di belakang Amerika Serikat) dengan GDP sebesar 4.300,8 milyar USD, sedangkan Indonesia berada di peringkat 26 dengan GDP sebesar 208,3 milyar USD. Dalam peringkat GNI per capita perbedaannya lebih mencolok lagi. Jepang berada di peringkat 7 dengan GNI per capita sebesar 34.180 USD, sedangkan Indonesia jauh tertinggal di belakang, di peringkat 146 dengan GNI per capita sebesar 810 USD.
Aneh memang. Startnya sama, tapi mengapa akhirnya bisa begitu berbeda ?
Bersambung ke Kuncinya: Attitude !
Link permanen
02.06.05
Kategori Pengembangan Diri - Oleh admin
Ada hal yang membuat saya sedih belakangan ini. Dalam peringkat jumlah penduduk, Indonesia menduduki posisi keempat di dunia, hanya di belakang Cina, India, dan Amerika Serikat. Namun demikian, dalam peringkat GDP (gross domestic product), Indonesia terjun ke peringkat 26. Yang lebih memprihatinkan adalah dalam peringkat GNI per capita (pendapatan per kapita) di mana Indonesia hanya berada di peringkat 146 (!), jauh di belakang negara-negara lain. Sangat menyedihkan … negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia, namun peringkat GNI per capita-nya begitu jauh di bawah.
Dalam era globalisasi IT pun, nama Indonesia tampaknya tidak diperhitungkan. Amerika Serikat menganggap sangat serius ancaman IT dari negara-negara seperti Cina dan India (Bill Gates sering menyebut hal ini dalam pidato-pidatonya), namun nama Indonesia sama sekali tidak disebut-sebut. Bahkan, terus terang saja, negara “mini” seperti Singapura pun punya gaung yang lebih kuat daripada Indonesia yang begini besar. Saya jadi tak habis pikir, mengapa bisa seperti itu ?
Rasanya seperti sedang memainkan game Civilization (game tentang kebudayaan-kebudayaan dunia), dan mendapati sebuah negara yang begitu besar tapi begitu terbelakang. Aneh memang. Begitu besar tapi begitu terbelakang. Dengan potensi yang dimilikinya, Indonesia seharusnya bisa jauh, jauh lebih maju daripada sekarang ini.
Bersambung ke Start Sama, Akhir Beda
Link permanen