Apple – Kekuatan Imajinasi

Kemarin saya mendengarkan podcast dari This Week in Tech yang berjudul Apple 30th Anniversary. Podcast ini bertujuan memperingati ulang tahun Apple yang ketiga puluh (Apple didirikan pada bulan April 1976). Dalam podcast itu diadakan diskusi antar orang-orang Apple yang ikut bergabung pada awal berdirinya Apple, termasuk Steve Wozniak yang merupakan salah satu pendiri Apple (bersama Steve Jobs).

Asyik sekali mendengarkan perbincangan mereka ! Mereka menceritakan bagaimana Apple awalnya hanya kumpulan dari orang-orang yang hobi teknologi. Mereka merakit komputer di garasi yang merupakan “markas besar” Apple waktu itu, dan sebelumnya mereka bahkan merakit komputer di meja dapur ! Anak-anak muda yang masih berusia belasan atau awal dua puluhan itu berusaha membuat terobosan yang tampaknya mustahil waktu itu, yaitu membuat komputer pribadi yang terjangkau oleh setiap orang (waktu itu hanya perusahaan-perusahaan besar yang sanggup membeli komputer). Mereka bekerja sampai larut malam bahkan dini hari, bukan karena mengejar uang, tapi karena mereka benar-benar menyukai tantangan dan mencintai teknologi. Siapa sangka dari kumpulan anak muda ini lahir perusahaan yang menggoncangkan dunia !

Berbagai hal yang saya pelajari dari podcast ini bisa disimpulkan menjadi satu kata, yaitu: imajinasi. Sejarah lahirnya Apple benar-benar menunjukkan kekuatan dari imajinasi. Bagaimana mungkin sekumpulan anak muda bisa membuat terobosan yang bahkan belum terpikirkan oleh perusahaan-perusahaan besar waktu itu ? Bagaimana mungkin mereka bisa menjungkirbalikkan seluruh industri ? Jawabannya adalah imajinasi. Mereka berpikir di luar kotak, di luar batas-batas. Bukannya membiarkan keadaan mengungkung mereka, mereka justru menggunakan imajinasi mereka untuk menembus batas-batas. Bukankah di jaman ini kita seharusnya juga seperti itu ?

Inilah letak kekuatan Apple yang rupanya tetap mereka miliki sampai saat ini. Tidak heran mereka menjadi perusahaan paling inovatif tahun 2006.