27.08.06

Terus Belajar di Dunia Persilatan

Kategori Pengembangan Diri - Oleh admin

Keadaan saya sekarang ini membuat saya teringat pada post Dunia Persilatan. Di post itu saya mengibaratkan pengalaman dalam belajar sesuatu seperti seorang pendekar dalam dunia persilatan. Ia mungkin pergi ke suatu perguruan untuk berguru, atau mungkin ia berkelana untuk belajar dari pendekar-pendekar yang ditemuinya.

Terus terang sekarang saya merasa seperti itu. Saya merasa seperti orang yang sedang pergi belajar kungfu di kuil Dairin (dari komik Kungfu Boy :) ). Bagi saya tempat ini (National University of Singapore) merupakan tempat yang baik untuk belajar "kungfu". Di sini saya menjumpai banyak pendekar hebat yang darinya saya bisa belajar. Pendekar ini bisa berupa dosen (yang tentu saja merupakan "guru kungfu" di perguruan ini ) atau juga teman-teman sekelas (sesama rekan yang sedang pergi "berguru" ke sini).

Mengapa dosennya hebat ? Inilah beberapa alasannya:

  1. Mereka benar-benar ahli di bidangnya
    Kalau mereka memilih suatu bidang maka mereka akan konsisten untuk terus menekuni bidang itu. Dan mereka ini bukan hanya dosen, tapi peneliti di bidang itu. Ini berarti mereka aktif mengikuti perkembangan di jurnal ilmiah dan juga aktif menuliskan penemuan-penemuannya di jurnal-jurnal itu (ranking suatu universitas biasanya dihitung dari sini). Mungkin ini bedanya dengan di Indonesia, mereka sangat fokus sehingga benar-benar ahli.
  2. Ilmu mereka selalu relevan dengan dunia nyata
    Inilah yang saya sukai ! Mereka bukan hanya pandai teori, tapi ilmu mereka benar-benar bisa diterapkan di dunia nyata. Buktinya banyak dari mereka yang menjadi konsultan untuk pemerintah dan perusahaan-perusahaan. Dan mereka seringkali juga kenal baik dengan orang-orang penting di dunia industri.

Kalau dosennya hebat mungkin sudah biasa, tapi saya merasa rekan-rekan seperjuangan saya juga hebat dan saya ingin belajar banyak dari mereka. Inilah alasannya:

  1. Banyak dari mereka merupakan profesional di bidangnya
    Di angkatan saya, sekitar 70% merupakan profesional IT yang bekerja penuh waktu (sehingga kuliah-kuliah biasanya diadakan di malam hari). Mereka merupakan praktisi yang menerapkan IT di dunia nyata dan banyak dari mereka berasal dari perusahaan-perusahaan besar. Dari mereka saya bisa belajar banyak karena mereka benar-benar sudah mengalaminya dan bukan hanya sekedar mendengar seperti saya. Oya, kelihatannya keadaan ini bisa terbentuk karena Singapura merupakan negara kecil sehingga otak-otak IT-nya seperti terpusat di satu tempat.
  2. Ada rekan-rekan yang berada di pusat globalisasi 3.0
    Saya pernah beberapa kali menulis tentang buku The World is Flat karangan Thomas Friedman. Di situ dikisahkan bahwa kita sekarang berada di jaman globalisasi 3.0 di mana orang-orang dunia ketiga punya kesempatan yang sama untuk bersaing dengan negara maju. Salah satu contoh yang banyak dibahas adalah India dengan industri IT-nya. Bahkan Thomas Friedman sendiri mengatakan bahwa ia mendapatkan ide bukunya setelah mengunjungi Infosys, perusahaan IT terbesar di India. Dan tebak … beberapa rekan saya di sini pernah bekerja di Infosys ! Singkatnya mereka berada tepat di pusat globalisasi 3.0. Saya ingin belajar banyak dari mereka.

Alangkah senangnya bisa belajar dari pendekar-pendekar yang hebat ini ! Sekali lagi, saya merasa seperti orang yang sedang pergi belajar kungfu di kuil Dairin. Bukankah dalam dunia persilatan kita tidak pernah boleh berhenti belajar ?

Tulis Komentar