Mengapa India Lebih Maju

Belakangan ini saya agak sibuk dengan tugas-tugas, dan juga pas kena flu. Tapi syukurlah sekarang sudah agak longgar dan flunya juga sudah mending meskipun belum hilang :). Ya, sekarang sekalian saja saya ingin menceritakan apa yang saya alami kemarin.

Setelah pulang kuliah di malam hari dalam perjalanan saya bertemu seorang teman sekelas yang berasal dari India. Ternyata dia sebelum kuliah bekerja di perusahaan Philips di Bangalore, India. Bangalore ini adalah kota pusat teknologi di India yang sangat terkenal dengan outsourcing-nya (pernah saya singgung di post Terus Belajar di Dunia Persilatan). Jelas saja saya jadi sangat tertarik dan ingin menggali lebih jauh. Akhirnya terjadilah percakapan yang (kira-kira) seperti berikut ini:

Saya (S): Wah, dari Bangalore ya ? Keren tuh, pusat teknologi di India kan ?
Teman (T): Ya, begitulah. Tapi sebenarnya nggak sehebat itu kok. Dibandingkan Singapura misalnya, masih lebih canggih Singapura. Tapi kalau buat standar India memang termasuk canggih sih.
S: Industri software di sana denger-dengernya maju ya ? Kok bisa seperti itu ?
T: Ya, memang lumayan maju, tapi sebenarnya pasarnya cuma ke luar negeri, kalau di India sendiri malah nggak ada pasar buat software. Maklumlah, secara teknologi India sebenarnya nggak maju.
S: Ah, di Indonesia juga sama. Nggak ada pasar di dalam negeri. Masalahnya tingkat pembajakan software di Indonesia tinggi sekali. Siapa sih yang mau bersusah-payah bikin software terus dibajak orang ?
T: Ya, iya sih.
S: Di India ada masalah pembajakan software nggak ?
T: Wah, iya ! Jujur saja, saya baru tahu yang namanya “membayar” untuk software itu di Singapura sini :). Kalau di India itu anggapan orang yang namanya software pasti gratis lah, hehe … . Makanya tadi saya bilang kan nggak ada pasar dalam negeri untuk industri software India, soalnya anggapan mereka software itu gratis.
S: Wah, sama saja dong dengan di Indonesia. Cuma bedanya kalian bisa dapet pasar luar negeri sedangkan di Indonesia nggak. Gimana sih cerita awal mulanya kok industri software di India bisa maju begitu ?
T: Ya, awalnya sebenarnya terjadi di perusahaan-perusahaan di Amerika. Tahu sendiri kan, standar gaji di Amerika itu tinggi sekali. Perusahaan-perusahaaan itu akhirnya menemukan bahwa mereka bisa menggaji insinyur-insinyur India untuk tinggal di Amerika dengan kualifikasi yang bagus tapi dengan biaya yang lebih rendah. Kebetulan setelah itu terjadi booming industri telekomunikasi. Biaya telekomunikasi jadi murah sehingga bisa dibuat video conferencing dari India ke Amerika. Akhirnya perusahaan-perusahaan itu sadar bahwa sebagian besar insinyur bisa tetap tinggal di India, dan cuma sebagian kecil saja yang perlu tinggal di Amerika. Jadi mereka bisa menyelesaikan pekerjaan yang sama dengan biaya yang jauh lebih murah. Ukuran gaji tenaga ahli teknologi di India jauh di bawah Amerika, tapi tetap sangat memuaskan untuk ukuran standar hidup di India. Dengan gaji segitu mereka bisa punya mobil dan rumah.
S: Ooh … terus kayaknya keunggulan kalian yang lain tuh masalah bahasa ya ? Kan banyak orang India yang mahir bahasa Inggris ?
T: Ah, ya betul. Itu keunggulan kami di India. Dari awal kami sudah belajar pakai bahasa Inggris. Kalau di banyak negara Asia lain paling baru tahun kesekian mulai belajar bahasa Inggris. Jadinya kami memang punya keuntungan dari segi bahasa. Banyak tenaga di India bisa dengan mudah berkomunikasi dengan perusahaan-perusahaan asing.
S: Iya, kelihatannya itu salah satu kekurangan di Indonesia. Sebagian besar nggak mahir berbahasa Inggris. Jadi kelihatannya keunggulan kalian tuh bisa menyediakan tenaga yang kualifikasinya bagus, biayanya jauh lebih murah, dan mahir berbahasa Inggris ya ?
T: Yup, betul sekali.
S: Terus bagaimana dengan jurusan computer science di India ? Denger-dengernya computer science termasuk jurusan yang favorit ya di sana ?
T: Oh iya. Buat kami di India, computer science is the way to success. All the best people go to computer science. Lalu sekarang ini juga banyak yang mengambil jurusan bisnis karena bayarannya lebih tinggi.
S: Hmm, jadi mereka kan bisa ambil S1-nya di computer science terus S2-nya bisnis gitu ya ?
T: Ya betul, seperti itulah yang banyak mereka lakukan. Setelah lulus S1, bekerja 2-3 tahun, lalu kuliah lagi.
S: Terus kamu sendiri kok nggak ngambil jurusan bisnis ?
T: Hehe, nggak lah. Kalau aku sih pingin tetap menangani sisi teknisnya.
S: Ooo … Btw, aku mesti belok kanan nih, kamu terus ya ?
T: Iya terus. Ok deh, sampai ketemu, bye bye.
S: Sampai ketemu juga, bye bye.

Begitulah. Akhirnya tinggallah saya berjalan sendiri sambil berpikir, “Asyik juga ya orang-orang India ini …”

Bagaimana teman-teman, ada komentar ?

2 thoughts on “Mengapa India Lebih Maju”

  1. mhhhh, gimana sich yang lebih detailnya negara india bisa sukses di Industri software?makasih atas jawabannya

  2. Mengapa India bisa maju seperti itu ? Ini India, negara yang keadaannya kira-kira sama dengan Indonesia (atau bahkan mungkin lebih parah). Mengapa yang maju dalam globalisasi 3.0 justru India dan bukannya Indonesia ?
    Berikut ini dua alasan yang mungkin:
    1.Orang India memiliki etos kerja dan belajar yang tinggi, dan
    2.Orang India memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik.
    Untuk alasan kedua memang wajar India lebih unggul dari Indonesia. India dulunya adalah jajahan Inggris sehingga bahasa Inggris banyak digunakan (seperti juga di Singapura atau Malaysia). Namun untuk alasan pertama … mengapa kelihatannya etos kerja orang India memang lebih tinggi daripada orang Indonesia ? Keinginan untuk memiliki tingkat kehidupan yang lebih baik menjadi salah satu pendorong untuk orang India, tapi bukankah di Indonesia pun seharusnya demikian ?

Comments are closed.